Kembangkan Usaha Melalui BUMDes – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Kembangkan Usaha Melalui BUMDes

Kades Walay, Abidin, SH

KOLAKAPOS, Unaaha–Guna mengembangkan usaha mikro dan membuka potensi peluang usaha baru kepada masyarakat desa Walay, pemerintah desa Walay membentuk satu wadah yang bertujuan untuk membantu masyarakat dalam hal permodalan usaha. Wadah yang dimaksud, yakni Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), dengan tujuan agar potensi usaha di wilayahnya dapat dikelola demi kesejahteran masyarakat.
Selama ini kendala yang terjadi pada masyarakat sehingga enggan membuka usaha, yakni tidak adanya modal usaha, maka dengan adanya lembaga di desa yang bekerja di bidang permodalan, diharapkan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita harapkan dengan terbentuknya BUMDes Sinar Walay, bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat dalam usaha pengelolaan dan pengembangan usaha mikro di desa Walay,” terang kepala desa Walay, Abidin.
Lebih lanjut Abidin mengatakan, dengan adanya anggaran desa (AD), beberapa desa di Konawe hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, sedangkan potensi pemberdayaan sangat kurang diperhatikan, padahal potensi pemberdayaan dalam bentuk pengelolaan usaha mikro kecil perlu juga dilirik.
“BUMDes ini mampu memberdayakan masyarakat desa, kita harapkan juga ketika masyarakat bisa mensejahterakan dirinya maka masyarakat lain juga harus merasakan hal yang sama,” katanya.
Terkait persiapan anggaran yang akan disediakan dalam modal awal BUMDes Sinar Walay ini, Abidin sudah menyisipkan sebesar Rp45 juta untuk modal awal, meski terbilang sedikit nantinya modal ini akan ditambah hingga mencapai ratusan juta, mengingat potensi usaha di wilayahnya sudah siap dikelola.
“Kita harapkan potensi usaha di desa Walay harus dikelola sebaik-baiknya. Untuk usaha yang sudah siap dikembangkan antaranya toko Saprodin (toko pertanian, red), pungutan iuran air bersih yang akan dikelola langsung oleh anggota BUMDes, conter rekening listrik dan pembelian coklat timbang basah. Untuk modal awal kita menyiapkan anggaran pertama Rp45 juta, jika ini berjalan seperti yang kita harapkan maka nanti akan ditambah sampai Rp100 juta,” jelasnya.
Sementara itu, Tenaga Ahli Pengembangan Desa (TAPD) Nirwan, berpesan kepada para kepala desa yang memiliki BUMDes, dengan dikembangkanya segala potensi usaha desa, warga dan pengurus BUMDes harus mengetahui terlebih dahulu manfaat dan kelebihan suatu usaha, untuk itu warga dan anggota BUMDes harus mengkaji terlebih dahulu suatu usaha yang akan dikembangkan. Untuk itu pengkajian ini harus diuji terlebih dahulu dengan memanfaatkan sumber daya penunjang di wilayah tersebut,karena dikhawatirkan ketika usaha sudah berjalan penunjang usahanya tidak ada, yang pada akhirnya usaha itu macet.
“Kelayakan usaha yang dikelola harus besar manfaanya, selain itu usaha yang dikelola baiknya memiliki resiko yang kecil dari kerugian, untuk itu sebelum mendirikan usaha pengembang harus mengetahui informasi yang dibutuhkan, dimulai dari perencanaan awal usaha dan sumber penunjang, agar usaha tersebut mampu berkembang,” imbuhnya. (m4)

Click to comment

The Latest

To Top