ADB Prediksi Ekonomi Tumbuh Lagi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

ADB Prediksi Ekonomi Tumbuh Lagi

Net/ILustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini makin baik tahun ini. Presiden Asian Development Bank (ADB) Takehiko Nakao menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka. Sejumlah hal mengenai potensi ekonomi Indonesia dibahas. Termasuk di dalamnya alokasi pinjaman tahunan bagi Indonesia.

Usai pertemuan setengah jam dengan Jokowi, Nakao mengatakan alokasi pinjaman tahunan itu tidak berubah, tetap 2 miliar dolar AS per tahun. Pada 2016, realisasi pinjaman itu mencapai 1,3 miliar dolar AS. Pinjaman tersebut bersifat jangka menengah, pada periode 2016-2019. Khususnya, untuk keperluan pembangunan infrastruktur maupun penguatan sektor pendidikan.

Nakao optimistis ekonomi Indonesia masih bisa tumbuh. Sebab, kondisi Indonesia tergolong stabil di tengah ketidakpastian keuangan global. ’’Saya perkirakan ekonomi Indonesia bisa tumbuh 5,1 persen tahun ini,’’ ujarnya.

Meskipun, di sisi lain dia memperkirakan inflasi Indonesia akan naik menjadi 4 persen. Untuk itu, ADB juga tidak akan ragu untuk memperluas investasi di Indonesia ini, misalnya, Nakao direncanakan mendatangi Politeknik Perkapalan dan Elektronika di Surabaya yang diukung oleh ADB. Itu merupakan bagian dari investasi ADB di bidang pendidikan vokasi.

Menurut Nakao, banyak cara yang bisa dilakukan Indonesia untuk memacu pertumbuhan ekonomi. Salah satunya, dengan merawat reformasi kebijakan yang sudah ada. Khususnya di bidang infrastruktur, pendidikan, maupun kesehatan. Itu akan membuat ekonomi Indonesia lebih stabil ke depan sehingga pertumbuhan bisa berlangsung dnegan sendirinya.

Sementara itu, Menkeu Sri Mulyani menjelaskan, dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi menjelaskan sejumlah capaian ekonomi Indonesia. Juga, upaya pemerintah untuk mengurangi kesenjangan sosial di masyarakat. ’’Presiden memberikan contoh Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan bagaimana targetting kepada masyarakat khususnya kelompok miskin,’’ terangnya.

Indonesia merupakan salah satu pendiri ADB pada 1966. Hingga saat ini, Indonesia telah menerima pinjaman senilai 31,8 miliar dolar AS dan hibah senilai 3,2 miliar dolar AS. Pinjaman itu difokuskan untuk pengelolaan sumber daya alam, pendidikan, energi, keuangan, transportasi, hingga pasokan air.(riaupos)

Click to comment

The Latest

To Top