2017, Bulog Bidik Pengadaan Beras 3,7 Juta Ton – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

2017, Bulog Bidik Pengadaan Beras 3,7 Juta Ton

Net/ILustrasi

KOLAKAPOS, Jakarta–Perum Bulog membukukan laba bersih sekitar Rp800 miliar dari total pendapatan sekitar Rp 46,6 triliun di sepanjang 2016. Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, laba bersih tersebut masih bisa berubah lantaran masih belum diaudit.

“Tahun 2016 masih unaudited, kalau laba sebelum pajak Rp841,67 miliar atau tumbuh 115,67 persen dari target RKAP Rp727,67 miliar,” kata Djarot di Kantor Bulog, Jakarta, belum lama ini. Bulog, kata Djarot, sampai akhir Desember 2016 juga telah berhasil menyerap beras mencapai 2,9 juta ton atau sebesai 92,54 persen dari target RKAP sebesar 3,2 juta ton.

Realisasi penyerapan beras 2016 lebih tinggi dibandingkan penyerapan yang dilakukan 2015 yang hanya mencapai 2,6 juta ton dari target 3,5 juta ton atau 81,2 persen. “Kami di 2016 mampu menyerap beras dalam jumlah lebih baik dari 2015, 2,9 juta ton kami bisa serap,” tambahnya.

Pada 2016, kata Djarot, Bulog juga berhasil meredam kenaikan harga. Hal tersebut berkat adanya operasi pasar cadangan beras pemerintah (OP-CBP) dan melakukan pasar murah. “Tapi yang penting di sini adalah kerjasama Bulog dengan pelaku bisnis untuk berkomitmen menjaga harga beras,” jelasnya.
Direktur SDM dan Umum Perum Bulog Wahyu mengatakan, pada 2017 Perum Bulog menargetkan total pendapatan Rp51,4 triliun dengan proyeksi laba sebesar Rp1,1 triliun. “Kalau 2016 pendapatan Rp46,6 triliun, kalau 2015 Rp42 triliun,” jelasnya. Sementara target pengadaan beras di 2017 naik menjadi 3,7 juta ton, yang terdiri 3,2 juta ton beras PSO, dan 500 ribu ton beras komersial.

Dalam rangka memperkuat peran dalam rangka menjaga ketahanan pangan. Perum Bulog menyiapkan dana investasi sebesar Rp2,3 triliun untuk 2017.

Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti mengatakan, dana investasi tersebut berasal dari Penyertaan Modal Negara (PMN) dan juga kas internal.

Djarot menyebutkan, 2016 Bulog mendapatkan PMN sebesar Rp2 triliun. Dana tersebut akan digunakan untuk investasi pengembangan infrastruktur pasca panen komoditas beras, jagung dan kedelai.

“Tapi perhitungan kami Rp1,4 triliun selama setahun akan kami serap dari total PMN, laliu invetasi yang tanpa PMN itu ada, perhitungan kami PMN yang ada akan habis terbayar Rp1,4 triliun dan kas bulog Rp900 miliar di 2017, artinya 2017 keluar investasi Rp2,3 triliun,” kata Djarot.(riaupos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top