Ijazah dan BPKB Hilang, Pembiayaan Diadukan di DPRD – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Ijazah dan BPKB Hilang, Pembiayaan Diadukan di DPRD

KOLAKAPOS, Parepare–Dua mantan karyawan PT BESS Finance cabang Parepare mengadukan perusahaan tempat ia pernah pekerja. Keduanya, Imrah dan Syahril mengadukan BESS Finance ke DPRD Kota Parepare lantaran perusahaan pembiayaan tersebut telah menghilangkan ijazah SMA dan BPKB motor miliknya. Di kantor DPRD Parepare, Umrah menceritakan kronologi kejadian tersebut, dirinya dan Syahril diterima bekerja di perusahaan tersebut pada tahun 2015 dengan jaminan menyetor ijazah asli miliknya, keduanya pun memasukkan ijazah SMA miliknya. Selain ijazah, perusahaan ini ternyata meminta juga jaminan BPKB kendaraan motor, keduanya pun menuruti dan memasukkan BPKB motor jenis Mio dan Spin.

Umrah mulai mengabdi Desember 2015 dan Syahril masuk November 2015, hanya beberapa bulan keduanya mengundurkan diri Februari 2016 lalu. Keduanya pun meminta jaminan berupa Ijazah dan BPKB miliknya dikembalikan, namun pihak PT BESS tidak memenuhinya dan mengatakan jaminan mereka telah hilang. Merasa dirugikan dan perusahaan dinilai tak bertanggungjawab, Syahrir dan rekannya melaporkan hal tersebut ke Polres Parepare pada Mei 2016, namun hingga kini belum ada titik terang. “Saya bersama teman sudah melaporkan kejadian ini ke pihak Polisi dengan Nomor Laporan /333/V/2016/spkt/, pertanggal 27 Mei 2016. Namun setelah saya datang meminta kejelasan beberapa hari yang lalu, itu belum ada kejelasan dan hanya dimintai keterangan kembali,” tutur Syahril, Selasa 31 Januari.

Syahril melanjutkan, selain telah melaporkan kepihak berwajib, dirinya juga melaporkan hal tersebut ke Dinas Tenaga Kerja Parepare. Namum, kasus ini sudah berjalan sekitar satu tahun, tapi tidak ada kejelasan dan titik temu yang didapatkan, sehingga jalan akhir yang ditempuhnya yakni meminta petunjuk dari pihak DPRD Parepare. Syahril dan Umrah menuntut PT BASS Finance segera mendapatkan dan mengembalikan Ijzah dan BPKB motor miliknya, serta meminta uang ganti rugi sebesar Rp 5 juta, karena sudah merugikan dirinya selama ini. “Jika tuntutan itu tidak bisa dilakukan, saya bersama teman saya meminta untuk membuatkan surat perjanjian sampai kapan barang jaminan tersebut di kembalikan dan uang sebesar Rp 5 Juta itu dibayarkan,” katanya.

Syahril dan rekannya mengaku bingun, melihat kasusnya sepertinya disepelekan, sudah sekian lembaga yang ia masuki mengadu tetap hasilnya masih nihil. Pengaduannya di perwakilan rakyat Parepare ini dinilainya langkah terakhir untuk diperjuangkan mendapat keadilan. “Ini jalan terakhir yang saya tempuh pak, karena kasus ini sudah sekitar satu tahun belum ada kejelasan,” bebernya dengan mata berkaca-kaca kepada jurnalis. Terpisah Pimpinan Cabang PT BASS Finace, Yusran, dihubungi melalui telepon genggamnya menjelaskan jika pihaknya sudah tidak bisa memberikan uang Rp5 juta kepada mantan karyawan tersebut.

Dia menjelaskan, jika saat ini pihaknya sudah lepas tanggungjawab terkait permintaan atau tuntutan mantan karyawannya itu. Sebab perusahaannya tidak bisa memenuhi tuntutan tersebut. Sebelumnya perusahaan hanya penyanggupi Rp3 juta, namun mereka menolak. “Awalnya, kami sudah melakukan permohonan ke kantor pusat, sesuai dengan uang permintaan mantan karyawan kami, namun kantor pusat hanya menyetujui sebesar Rp3 juta, sehingga setelah disampaikan kepada kedua mantan karyawan terebut dengan jumlah uang yang disetujui oleh pusat, keduanya tidak mau menrimnya dan harus Rp5 juta, maka pimpinan tidak lagi menyetujui, dan jangankan Rp5 juta, Rp3 juta saja sudah tidak bisa dikasih,” jelasnya.

Dia menyebutkan jika barang jaminan tersebut yang hilang itu bukan kewenangannya, karena itu hilang pada saat proses pengiriman yang dilakukan oleh pihak KGP selaku jasa pengiriman barang.
“Jadi KGP yang bertanggungjawab atas kehilangan barang jaminan oleh kedua mantan karyawan kami, dan menurut informasi barang jaminan itu sudah diasuransikan,” tutupnya. (parepos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top