Pemkab Polman Gelontorkan Rp1,2 M Bagi Nelayan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pemkab Polman Gelontorkan Rp1,2 M Bagi Nelayan

KOLAKAPOS, Polman–Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Polewali Mandar (Polman) akan menganggarkan pembelian 12 unit kapal tangkap ikan, dengan kapsitas 3 Gross Tonnage (GT). Hal tersebut dilakukan untuk membantu kelompok masyarakat pesisir (nelayan), dalam meningkatkan hasil tangkapan mereka.
Kepala DKP Kabupaten Polman, Ahmad Saifuddin menjelaskan, pemerintah akan menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,2 miliar untuk pengadaan 12 unit kapal tangkap ikan yang dilengkapai dengan alat pendeteksi ikan atau Global Position System (GPS). “Produksi nelayan tangkap saat ini sedang mengalami penurunan karena adanya batasan penggunaan alat tangkap. Selain dari pada pengaruh alam,” kata Ahmad Saifuddin, Senin 30 Januari, di ruang kerjanya.
DKP juga memberikan beberapa alternatif pilihan kepada para nelayan, selain dengan bantuan kapal. Pembinaan kepada para nelayan, DKP melakukan inovasi terkait pembudidayaan rumput laut sebagai usaha sampingan. “Cuma saat ini, harga rumput laut juga mengalami penurunan dari Rp11.000/kg menjadi Rp9.000/kg sehingga produksi juga ikut turun,”jelasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Perikanan Laut Budi Mustari menambahkan, selain bantuan kapal, nelayan juga akan mendapatkan asuransi jiwa.
Setidaknya keselamatan jiwa mereka, kini ditanggung oleh pemerintah. Untuk tahun ini, DKP Polman akan membagikan 2.020 kartu asuransi untuk nelayan. Asuransi jiwa ini, lanjut Budi, akan diberikan kepada nelayan sebagai jaminan terhadap keluarganya. Tanggungan asuransi bagi nelayan bervariasi, untuk yang meninggal saat melaut akan mendapatkan santunan Rp200 juta, meninggal di daratan Rp160 juta.
“Mengalami kecelakaan di laut maupun di darat atau menimbulkan cacat tetap pertanggungannya maksimal Rp100 juta. Sementara untuk biaya pengobatan akibat kecelakaan di laut sebesar Rp20 juta,” jelasnya.
Budi menjelaskan, ada enam kecamatan yang mendapatkan kartu asuransi nelayan yakni Kecamatan Binuang, Polewali, Wonomulyo, Mapilli, Campalagian, dan Tinambung. Kartu ini gratis, tetapi ada syarat yaitu tidak menggunakan alat tangkap terlarang dan merusak lainnya.
“Pemerintah Kabupaten Polman hanya menanggung premi asuransi nelayan pada tahun pertama. Setelah itu tanggungan nelayan masing-masing. Tidak mahal, hanya Rp175 ribu per tahun,” ungkapnya.
Salah seorang nelayan Kecamatan Wonomulyo, Asnawi menyatakan, dirinya sangat senang dengan asuransi tersebut. Pasalnya ada yang menjamin jika terjadi kecelakaan. “Sebagai nelayan, risiko kecelakaan itu sangat besar, cuaca di laut tidak bisa diprediksi. Jadi asuransi ini sangat membantu kami. Masalah premi tahun kedua tidak menjadi masalah dibandingkan apa yang kami terima,” pungkasnya.
Saat ini jumlah nelayan di Kabupaten Polman mencapai 10.500 jiwa yang terbagi dalam 165 kelompok. Mereka berada di sepanjang 94 km wilayah pesisir, peningkatan kesejahteraan para nelayan terus menjadi perhatian pemerintah dengan pemberian bantuan alat tangkap, bibit, pakan dan asuransi keselamatan jiwa.(parepos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top