Suku Bunga Fleksibel, Kredit Tumbuh 12 Persen – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Suku Bunga Fleksibel, Kredit Tumbuh 12 Persen

KOLAKAPOS, Jakarta–Penyaluran kredit secara year on year (yoy) beberapa perbankan di Kalimantan Timur mengalami penurunan hingga delapan persen sepanjang 2016. Namun, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memprediksi, penyaluran kredit tahun ini akan meningkat hingga 12 persen. Peningkatan tersebut bisa terjadi jika suku bunga perbankan lebih fleksibel. Pengamat Ekonomi Kaltim Aji Sofyan Effendi mengatakan, hal itu tidak terlepas dari fenomena ekonomi makro secara keseluruhan. Sebab, record growth perekonomian Kaltim masih rendah dibandingkan dengan provinsi lain di Kalimantan. Efek dari melemahnya pertumbuhan ekonomi Kaltim pada akhirnya berdampak kepada aspek perbankan. “Pendapatan masyarakat per kapita menurun. Sehingga masyarakat akan berhati-hati dalam menerima penyaluran kredit. Karena,  pendapatan yang menurun mengakibatkan besarnya potensi akan terjadi kredit macet,” ujarnya kepada Kaltim Post. Menurutnya, bila ada penurunan penyaluran kredit yoy pada perbankan, bukan dari sisi supply yang salah. Namun, permintaan kredit pasti menurun. Menurunnya pemasukan masyarakat akan menurunkan rasa keinginan mengajukan kredit kepada perbankan. Mulai kredit modal kerja, hingga kredit konsumtif. “Itulah yang terjadi secara keseluruhan bahwa pendapatan per kapita yang menurun, mengakibatkan daya beli turun, dan kemampuan untuk kredit kepada bank dengan cicilan suku bunga akan menurun,” ujar dosen Ilmu Ekonomi dan Studi Pembangunan di Universitas Mulawarman itu. Aji mengatakan, salah satu indikator membaiknya sebuah pertumbuhan ekonomi bisa melalui injeksi sektor perbankan. Karena itu, harus ada kebijakan-kebijakan dari sektor perbankan. Khususnya dari sudut cost of capital (coc) bisa menjadi lebih rendah. Dengan begitu, masyarakat tidak terbebani karena suku bunganya tidak terlampau tinggi. “Ini akan bisa meningkatkan tumbuh kembangnya permintaan kredit. Karena dalam kondisi tidak stabil seperti ini nasabah akan berpikir berulang kali untuk melakukan kredit. Karena suku bunga yang sangat tinggi,” ujarnya ketua Pusat Studi ASEAN Unmul tersebut. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top