Ridwan Bae: Hentikan Budaya ‘Pikul Memikul’ di Mubar – KOLAKA POS

KOLAKA POS

KOTA KENDARI

Ridwan Bae: Hentikan Budaya ‘Pikul Memikul’ di Mubar

Foto Ridwan Bae.FOTO:Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari–Pemilihan Kepala Daerah Dati II se Kabupaten dan Kotamadya se Sulawesi Tenggara tinggal hitungan bulan, termasuk Calon Kepala Daerah di Muna Barat (Mubar) yang diikuti hanya dua pasangan.  Sementara itu , Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Ridwan Bae, menilai dua pasangan calon tersebut tentu mempunyai cara masing masing dalam memenangkan pilkada tersebut. “Dua pasangan calon ini sudah melakukan kampanye kampanye ataupun sosialisasi, namun biarkan masyrakat memilih, jangan ada yang mengintimidasi hak hak masyarakat dalam menentukan pilihannya, biarkan masyarakat menentukan pilihannya sesuai dengan keinginannya,” ujarnya. Minggu, (22/01). Hanya yang mengagetkan Ridwan, adalah salah satu calon Bupati (Rajiun Tiada) di beberapa kampanye dia (Rajiun, red) mempertontonkan sesuatu yang terlalu berlebihan yang seharusnya tidak boleh dilakukan . Contoh dia (Rajiun, red) pada saat kampanye Rajiun ini dipikul sama masyakat. “Sekarang bukan lagi waktunya melakukan hal hal seperti ini (Pikul, red) karena sekarang itu sudah zaman modern,” ujar Ketua DPD Golkar Provinsi Sultra itu. Masih cerita Ridwan Bae, anehnya lagi Hugua datang di Mubar dipukul juga pada saat kampanye berlangsung, Artinya kalau warga disuruh, dirinya (Ridwan, red) keberatan dengan hal itu, karena sekarang bukan saatnya lagi pikul memikul, orang yang di pikul kecuali orang sakit. Hilangkan budaya yang seperti itu, (Pikul Memikul, red). “Kalau misalnya Hugua ditanya,kenapa kamu dipikul, dan sudah pasti Hugua menjawab iya, karena saya ditawari untuk dipikul. Dan sudah pasti Hugua berpikiran ternyata di Mubar masih ada sistim perbudakan, jika seandainya Hugua berpikiran seperti itu maka itu sangat menyakiti hati masyarakat Sultra, khususnya Mubar, bahkan Muna secara menyeluruh,” jelas Ridwan. Mantan Bupati Muna dua periode itu menuturkan, hal seperti itu, (Pikul memikul, red) sangat disayangkan, hentikan cara cara seperti itu yang tidak memberikan edukasi yang positif kepada masyarakat. Hilangkan hal hal seperti itu, sedangkan dipayungi saja jadi persoalan apalagi dipikul. “Ingat orang yang dipikul itu adalah orang sakit,” tutupnya. (P2/b/hen)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top