Balita Diduga Dibunuh Baby Sitter Lalu Dibuang ke Parit – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Balita Diduga Dibunuh Baby Sitter Lalu Dibuang ke Parit

Ilustrasi. Foto: dok.JPNN

KOLAKAPOS, Jakarta–Misteri pembunuhan balita perempuan yang ditemukan di parit kawasan Nagori Senio, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun, Sumut, akhirnya terungkap. Balita perempuan bernama Diva (1,2) diyakini dibunuh dua orang baby sitter. Kasus itu terungkap setelah Sabtu (21/1) pukul 11.00 WIB, kedua orang tua balita tersebut mendatangi instalasi jenazah RSUD Djasamen Saragih. Genesis dan Vina Nasution ingin memastikan apakah balita itu memang anak mereka. Benar saja. Saat petugas memperlihatkan jenazah Diva, pasangan suami istri (pasutri) itu seketika menangis melihat kondisi anak mereka. “Kami tahu setelah baca koran,” ujar Genesis sembari tertunduk dan menangis. Vina pun terlihat terus menangis. Sesekali Vina mengusap air matanya dengan tangannya. “Tega kali orang itu ya, tega kali,” katanya berulang-berulang. Kepada METRO SIANTAR (Jawa Pos Group), Genesis bersedia mengurai musabab maut yang menjemput anaknya. Peristiwa itu bermula sekira satu setengah bulan yang lalu. Kala itu, Genesis dan Diva berkenalan dengan Vika dan Tri yang diketahui sebagai pasangan suami istri. “Tetangga yang mengenalkan kami sama orang itu,” jelasnya. Perkenalan itu merupakan buntut dari kesibukan Genesis dan Vina, sehingga mereka membutuhkan baby sitter untuk merawat anak bungsunya itu. Berawal dari situlah, Genesis dan Vina sepakat agar Diva dirawat Vika dan Tri yang tinggal di seputaran Tanjung Pinggir, Siantar Martoba. “Mereka berdua lah yang merawat anak kami. Kami antar pagi, terus sore kami jemput,” bebernya tanpa merinci apa pekerjaan mereka hingga harus memakai jasa baby sitter. Sudah hampir sebulan Diva dirawat Vika dan Tri. Hingga akhirnya, pada Kamis (19/1), Genesis dan Vika mendatangi kediaman Vika dan Tri untuk menjemput Diva. Sayangnya, Vika dan Tri tidak ditemukan lagi di rumah mereka. Begitu pula dengan Diva. Melihat itu, keduanya kemudian menanyai warga sekitar. Namun, tak ada yang mengetahuinya. Selain itu, Vika dan Tri juga membawa kabur sepedamotor tetangganya. “Tiga hari yang lalu (Kamis) lah kejadiannya. Kami datang ke rumah, mereka sudah nggak ada lagi,” ungkap warga Perumahan Karang Sari Permai, Kelurahan Tambun Nabolon, Siantar Martoba ini. “Sebelum kejadian itu, sepeda motor tetangganya pun katanya dibawa kabur, pura-pura dipinjam untuk mengecek kehamilan karena si Vika itu memang lagi hamil,” sambung Genesis. Setelah peristiwa itu, pasutri ini kemudian mendatangi Polsek Siantar Martoba untuk membuat pengaduan. Namun, laporan belum bisa diterima karena belum 2 x 24 jam. “Mau hari ini rencananya kami laporkan lagi, rupanya sudah seperti ini,” tambahnya. Satu jam berlalu, Genesis dan Vina pergi meninggalkan Instalasi Jenazah. Belum diketahui kemana mereka pergi. Namun sesuai saran petugas forensik, keduanya diminta pergi ke Mapolsek Bangun untuk melaporkan hal tersebut. Sekira pukul 15.30 WIB, personel Polsek Bangun mendatangi Instalasi Jenazah. Hanya saja, Genesis dan Vina tak kunjung kembali. Personel Polsek Bangun pun langsung meninggalkan lokasi. Kepala Unit (Kanit) Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Bangun mengaku belum mengetahui tindakan apa yang akan diambil.  “Belum tahu. Korban pun belum membuat laporan polisi,” ungkapnya.  Kapolsek Siantar Martoba, AKP Hilton Marpaung menjelaskan bahwa peristiwa itu ditangani Polsek Bangun. “TKP nya di Bangun. Untuk lebih jelas lebih baik tanya ke Polsek Bangun,” terangnya.(jpnn)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top