MRR Jalan Perintis-Leimena Tembus Tahun Ini – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

MRR Jalan Perintis-Leimena Tembus Tahun Ini

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Dua proyek jalan yang dilaksanakan Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) terus digenjot penyelesaiannya. Keduanya adalah middle RING road (MRR) dan bypass Mamminasata. Untuk mengetahui sejauh mana progres pengerjaan dua proyek itu, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo secara khusus menyiapkan waktu melakukan peninjauan. Dari hasil peninjauan diperoleh beberapa poin penting. Termasuk masalah yang cukup menghambat proses pengerjaan. Namun, secara umum, persoalan lahan masih menjadi momok. Untuk proyek MRR misalnya, masih ada lahan sepanjang 1,85 km, terdiri dari 28 bidang yang belum berhasil dibebaskan. Karena pemilik lahan belum sepakat dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, ada beberapa bidang lahan yang bersoal kepemilikannya. Kepala Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan MRR, R Jati Ekayana menjelaskan, pembangunan jalan MRR dimulai sejak 20 November 2015. Total nilai kontrak yang disiapkan sebesar Rp174.784.700.000. Proyek ini dikerjakan secara multiyears. Ditargetkan bisa rampung akhir 2018 mendatang. Total panjang jalan yang akan dikerjakan 3,05 km. Tahun ini, diharapkan MRR sudah bisa tembus dan dilalui dari Jalan Perintis Kemerdekaan hingga ke Jalan Leimena. Panjangnya 1,2 km. Sisanya, sepanjang 1,85 km dari Jalan Leimena ke Borong akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya. Selain konstruksi jalan, ada empat jembatan yang dibangun. Yakni jembatan Sungai Tello II, jembatan PDAM, jembatan kanal Batua, dan jembatan kanal Borong. Progres pekerjaan hingga 15 Januari tahun ini di kisaran 22,465 persen. Sedikit mengalami keterlambatan dari jadwal yang direncanakan. “Seharusnya saat ini progress pekerjaan sudah di angka 27,491 persen. Ada deviasi 5,026 persen,” ungkap R Jati. Usai MRR, Syahrul meninjau pengerjaan proyek Bypass Mamminasata di Kabupaten Maros. Proyek ini dikerjakan untuk memudahkan arus transportasi dan membuka jaringan jalan baru yang menghubungkan wilayah Makassar, Maros, Sungguminasa, dan Takalar. Jalan baru itu diharapkan bisa mengurai kemacetan yang sudah makin terasa pada ruas jalan yang sudah ada. Saat ini, sambil menyelesaikan proses pembebasan lahan, juga sudah dilaksanakan pekerjaan fisik. Menurut Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 02 Metropolitan Makassar I BBPJN, Marlin Ramli, peta lokasi bypass Mamminasata segmen I sepanjang 13,75 km. Dikerjakan secara multiyears sejak 2015. Ditargetkan rampung 2018 mendatang. Total anggaran yang disiapkan untuk segmen I sebesar Rp251.249.380.000. Tahun ini, disiapkan dana melalui APBN sebesar Rp75 miliar. Tahun depan Rp122.424.000.000. Pembangunan jembatan pada paket jalan bypass Mamminasata ada 10 unit. Sama dengan MRR, permasalahan yang menghambat pengerjaan proyek ini adalah pembebasan lahan. Menurut Marlin, progres pembebasan lahan periode 15 Januari 2017, target panjang jalan sesuai kontrak 13.750 meter atau luas lahan 605.000 meter persegi. Lahan yang bebas sepanjang 9.620 meter atau 423.280 meter persegi. Target lahan yang akan dibebaskan tahun ini sekitar 367  meter atau 16.148 meter persegi. Khusus pembebasan lahan Bypass Mamminasata, Pemprov Sulsel yang menyiapkan anggarannya. Kepala Dinas Bina Marga dan Konstruksi, Amin Yakub menyebut, tahun ini Pemprov Sulsel menyiapkan anggaran sebesar Rp40 miliar melalui APBD. ”Tahun lalu, pemprov menyiapkan anggaran sebesar Rp50 miliar untuk pembebasan lahan. Tapi yang terserap hanya sekitar Rp30 miliar,” kata Amin. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo meminta semua stakeholder terkait pada pengerjaan dua proyek tersebut untuk bekerja lebih cepat agar target bisa dipenuhi.
Dia menyadari jika persoalan utama yang kerap menghambat sebuah proyek adalah pembebasan lahan. Pelaksana harus meyakinkan masyarakat jika pembebasan lahan tidak akan merugikan masyarakat. Dia mewanti-wanti pelaksana proyek agar semua kendala bisa diselesaikan sebaik mungkin. “Saya mau lihat MRR dan bypass Mamminasata progresnya makin cepat. BPN harus turun tangan dan proaktif membantu proses pembebasan lahan, ” kata Syahrul. Dia berjanji akan turun kembali mengontrol pengerjaan dua proyek tersebut Maret mendatang. “Maret saya akan turun lagi melihat sejauh mana pengerjaan yang sudah dilakukan,” pungkas Syahrul. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top