Makam Kalenggo Seakan Terlupakan! – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Makam Kalenggo Seakan Terlupakan!

Pemugaran makam Kalenggo.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Tiap tahun makam Raja Lakidende mendapat perhatian lebih dari Pemkab Konawe. Selain itu, pemeliharaan wilayah makam ini juga begitu terjaga, sehingga kawasan makam ini tertata dengan rapinya. Namun, dibalik itu ada salah satu makam yang meski usianya sudah mencapai 200 tahun, namun tidak sekalipun mendapat perhatian. Adalah Makam Kalenggo, yang berada di kelurahan Puunaha, terbilang sangat memprihatinkan karena Pemkab Konawe seakan tidak melirik adanya makam tersebut. Sebab, warga dengan leluasa membangun rumah di kawasan makam, sampai-sampai di sekitaran makam pun dijadikan tempat pembuangan sampah rumahan. Tidak adanya perhatian khusus selama ini, salah satu tokoh adat Ajmain Suruambo, melakukan pemugaran makam Kalenggo. Pemugaran yang dilakukan ini untuk memperbaiki situs budaya kerajaan Konawe, dengan anggaran bantuan yang bersumber dari berbagai pihak. “Kalenggo ini jabatanya di zaman kerajaan Konawe tradisional selaku perdana menteri, yang disebut Sulemandara Kota Konawe Wonua’i Puosu. Kita pugar ini makam karena sudah terancam dari pemukiman penduduk yang mengambil bebatuanya, sehingga tidak kelas lagi ini makam. Adapun dana pemugaran itu sumbangan dari pada orang yang peduli terhadap pelestarian benda cagar budaya di kabupaten Konawe,” terangnya.  Menurutnya, makam yang berusia 200 tahunan ini sudah diakui keberadaanya oleh dinas pendidikan dan kebudayaan, jika ditelaah dari peraturan tentang cagar budaya makam ini sudah pasti masuk didalamnya, karena usianya sudah mencapai dua abad. “Penulisan-penulisan sejarah sudah tidak disangka lagi kalau ini makamnya perdana menteri kerajaan Konawe, Sulemandara. Kalau pemerintah pendidikan dan kebudayaan dia akui bahwa benda ini merupakan benda cagar budaya. Dalam peraturan kementerian pendidikan dan kebudayaan dari balai Makassar bahwa benda-benda, makam-makam yang memiliki nilai sejarah dan berusia 50 tahun sudah wajib dan harus masuk dalam benda cagar budaya, apalagi ini sudah 200 tahun,” katanya. Ajmain menambahkan, luas area makam ini sekitar 50×50 persegi dan di dalam makam ini terdapat makam Kalenggo, istri dan anak, di sebelah barat terdapat makam pengawal namun saat ini sudah tidak nampak lagi karena telah digusur warga. (m4)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top