Penggilingan Gabah Padang Alipan Segera Beroperasi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Penggilingan Gabah Padang Alipan Segera Beroperasi

KOLAKAPOS, Palopo–Masyarakat petani di Kota Palopo patut bersyukur. Pasalnya, pabrik penggilangan gabah sudah berdiri. Alatnya pun tengah dalam pemasangan. Pabrik gabah ini berada di Lingkungan Padang Alipan, Kelurahan Jaya, Kecamatan Telluwanua. Anggota Komisi III DPRD Kota Palopo melakukan kunjungan. Tampak Alfri Jamil, Subir Surasman dan Hamka Pasau mengamati mesin Rice Milling Unit (RMU) yang tengah dalam proses pemasangan. Anggota DPRD Kota Palopo disambut oleh Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian Peternakan dan Perkebunan (Dispertankbun) Kota Palopo, Jabar Subair SP. Dari hasil kunjungannya, Alfri Jamil mengatakan, pabrik penggilingan gabah di Padang Alipan dikelolah oleh Pemerintah Kota Palopo melalui Dispertanakbun dengan melakukan kerjasama dengan pihak UPTD. Menurut legislator partai PDIP ini, mesin RMU berasal dari dana APBN yang diserahkan ke Pemkot Palopo dalam bentuk hibah. Sebenarnya, bantuan hibah tersebut sudah ada sejak tahun 2007 lalu. Namun baru diefektifkan tahun 2016 ini. “Saya berharap kepada SKPD terkait, mesin RMU ini betul-betul dipelihara dan diperbaiki. Pasalnya, pabrik penggilingan gabah ini, bisa menjadi sumber PAD untuk Kota Palopo,” kata Alfri.  Dari hasil sharing dengan pihak Dispertanakbun, mesin RMU mampu menghasilkan 12 ton beras per hari. Dimana, satu karung gabah bisa menghasilkan hingga 65 kilo gram beras. Uniknya, masyarakat petani yang menggiling gabahnya disini, membayar jasa penggilingan bukan dengan uang. Cukup mengeluarkan 2 kilo gram beras jika hasil penggilingan berasnya mencapai 65 kilo gram. “Mesa karung 65 kilo gram dipatassuk 2 kilo sebagai ganti biaya operasional,” sebutnya. Pihaknya akan menganggarkan lagi untuk pembuatan lantai jemur. Sehingga, petani bisa menjemur gabahnya di pabrik tersebut sebelum digiling. Pabrik penggilingan gabah yang ada di Padang Alipan berdiri di atas lahan seluas kurang lebih 1 hektare. Ada juga gudang yang bisa menampung 15 ton beras. “Kenapa disebut sumber PAD, karena, dua kilo gram beras sebagai ganti biaya operasional penggilingan, itu akan dikumpul. Setelah banyak akan dijual dan hasil penjualannya menjadi sumber PAD Kota Palopo,” tandas Alfri.

Click to comment

The Latest

To Top