230 Desa Belum Nikmati Listrik – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

230 Desa Belum Nikmati Listrik

KOLAKAPOS, Makassar–Ratusan desa hingga saat ini belum dialiri listrik. Data dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), sampai akhir 2016 ini, masih ada sekitar 230 desa yang belum menikmati listrik. Namun dibanding tahun 2015 lalu, ada kemajuan karena tahun lalu masih ada 316 desa yang gelap gulita jika malam. Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel sebagai stakholder terkait terus berupaya mencari sumber-sumber energi, khususnya yang terbarukan untuk menerangi desa-desa yang belum tersentuh aliran listrik. Menurut Sekretaris Dinas ESDM Sulsel, Syamsul Bahri, energi terbarukan seperti tenaga surya maupun tenaga matahari cukup efektif menjadi listrik yang bisa digunakan untuk desa-desa yang belum terjangkau sarana tersebut. Selain itu, juga sudah dilirik energi bayu atau angin. Energi terbarukan tersebut, kata Syamsul cukup efektif jika disulap menjadi tenaga listrik, khususnya untuk pelosok dan pulau terpencil. Pasalnya, tidak dibutuhkan kabel panjang karena energi listriknya bisa dihasilkan melalui desa yang dimaksud. Syamsul menargetkan, 75 tahun Indonesia Merdeka atau pada tahun 2020, seluruh desa sudah bisa teraliri listrik. Berbagai program juga sudah dicanangka ESDM untuk mencapai target yang diharapkan. Salah satunya, dengan menggagas program 1.000 Kedaulatan Energi belum lama ini. Menurutnya, pada program Kedaulatan Energi tersebut dicanangkan pembangunan 300 Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), 400 instalasi biogas, dan 300 sambungan laik operasi. Selain itu, Dinas ESDM Sulsel juga melaunching lagi 1.000 titik sambungan laik operasi bekerjasama dengan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI) Sulsel. Program ini, laniut Syamsul, untuk mendukung ketersediaan listrik dan mencegah kecelakaan sambungan listrik, utamanya kebakaran. Menurut Syamsul, ada beberapa kendala sehingga masih tersisa ratusan desa yang belum dialiri listrik. Salah satunya, desa sasaran sangat susah dijangkau dari sisi aksesibilitas. Desa-desa tersebut tersebar di beberapa kabupaten, seperti Luwu Utara, Luwu Timur, Pangkep, Kepulauan Selayar, Toraja, Toraja Utara, dan Kabupaten Bone. “Rasio elektrifikasi kita di angka 90,2 persen atau masih ada 10 persen yang belum dialiri listrik,” ungkapnya. Di APBN 2017 nanti, jelas Syamsul, pihaknya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp 33 miliar yang dipersiapkan untuk penyediaan listrik di daerah. Sedangkan di APBD, anggarannya sangat terbatas sehingga pihaknya hanya menargetkan dua Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) untuk Pangkep dan Selayar, dimana masing-masing PLTMH bisa mengaliri listrik 200 KK. “PLTMH ini anggarannya sekitar Rp 3 miliar per unit. Tahun 2016 ini, ada sekitar Rp4 miliar yang disiapkan APBD dan Rp18 miliar APBN untuk program kelistrikan,” pungkasnya. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top