Ngaku Dukun Pembuka Jodoh, Hamili Tetangga – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Ngaku Dukun Pembuka Jodoh, Hamili Tetangga

KOLAKAPOS, Watampone–Seorang warga Kampung Pajekko, Desa Samaelo, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone berinisial AR (35) dilaporkan ke polisi. Ia mencabuli NN (24), seorang gadis yang juga tetangganya. Akibat perbuatan AR, NN kini hamil enam bulan.  Karena tak mau mempertanggungjawabkan perbuatannya, NN akhirnya melaporkan AR ke Polres Bone, Kamis (22/12). Laporan korban diterima di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SKPT) Polres Bone. Ditemui usai melapor, NN menceritakan ihwal kisah pilu yang menimpanya. Bermula ketika NN bertandang ke rumah AR bulan Juli lalu. AR disebut-sebut sebagai seorang dukun yang pintar membuka jodoh.
NN yang merasa jodohnya belum terbuka di usianya yang ke 24 tahun, tertarik untuk mengadu peruntungan. Diapun mendatangi AR. Sang dukun menyampaikan ke NN bahwa ada yang menghalangi jodohnya. Agar korban cepat dapat jodoh, AR mengajak NN untuk berhubungan badan. ”Waktu itu saya disuruh masuk ke dalam kamar. Saya kemudian diberi air untuk diminum. Setelah itu saya tidak sadarkan diri,” terang NN. Perkenalan antara AR dengan NN melalui pesan singkat SMS. Saat itu AR menawarkan kepada NN untuk diobati alias dijampi-jampi.  Meski AR adalah tetangganya, namun NN mengaku tidak terlalu mengenal sifat dan kepribadiannya. Salah seorang kerabat korban, Suardi Mandang menjelaskan, kasus ini terungkap setelah keluarga mencurigai perubahan pada tubuh NN. Ternyata ia hamil enam bulan. Korban mengaku dihamili AR saat prosesi pengobatan. “Kami tidak tahu sekarang AR ini dimana. Dia menghilang. Kita sudah datangi rumahnya, tapi tidak ada. Imam dan kades setempat mengaku sudah dua kali menikahkannya,” jelas Suardi yang merupakan paman NN. Lebih jauh Suardi menjelaskan, AR seorang pendatang. Ia berprefesi sebagai tukang kayu. Istrinya orang Pajekko. ”Katanya orang Makassar. Kawin di Bone. Kabarnya, anaknya banyak di Makassar. Sekarang kita bingung mau cari dimana,” cetus Suardi lagi. Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Harjoko mengatakan, pihaknya akan segera melakukan penyelidikan terkait kasus ini.  Jika terbukti, pelaku akan dijerat pasal 286 KUHP tentang tindak pidana persetubuhan terhadap perempuan. Ancaman hukumannya 9 tahun kurungan. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top