BNNP Gagalkan Peredaran Ganja 2,6 Kg — Dikirim Lewat Kantor POS dan JNE – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

BNNP Gagalkan Peredaran Ganja 2,6 Kg — Dikirim Lewat Kantor POS dan JNE

KOLAKAPOS, Makassar–Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel berhasil menggagalkan jaringan peredaran narkotika jenis ganja seberat 2,6 Kg asal Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara, Senin (20/12) malam.
Peredaran ganja seberat 2,6 Kg tersebut merupakan hasil koordinasi antara BNN Medan dan Kota Makassar. Ganja tersebut diketahui akan dikirim melalui jasa pengiriman Kantor Pos dan JNE.
Setelah mendapatkan informasi, tim internal BNNP Sulsel berkoordinasi dengan Kantor Pos di Jl Perintis Kemerdekaan KM 16, Makassar dengan Jasa pengiriman barang JNE di Jl Yusuf Dg Ngawing, Kecamatan Rappocini, Makassar.
Selanjutnya, tim BNNP Sulsel mendapat informasi dari kedua instansi tersebut, BNNP langsung melakukan penyamaran sebagai pegawai kedua jasa pengiriman barang tersebut.
“Setiba barang haram itu tiba di Kota Makassar, petugas langsung menyamar sebagai pegawai dan langsung bertemu dengan pihak penerimanya di Kantor Pos dan JNE,” ujar Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Sulsel, AKBP Rosna Tombo, Rabu (21/12).
Dibeberkan Rosna, ganja yang dikirim melalui kantor Pos, seberat 1,6 Kg sedangkan yang dikirim melalui jasa pengiriman barang JNE, seberat 1 Kg. Barang haram ini dutujukan ke Riyal. Namun, pengambilan barang dilakukan Alle bersama tiga rekannya Parto, Asdar dan Wawan.
Setelah tiba di lokasi dengan menggunakan sepeda motor, para pelaku langsung bertemu petugas jasa pengiriman. Saat dilakukan transaksi, keempat langsung dibekuk petugas BNNP Sulsel.
“Sedangkan barang dari JNE yang datang mengambil barang tersebut yakni Faturrahman, dan langsung dilakukan penangkapan di lokasi tersebut,” ungkap Rosna di Gedung BNNP Sulsel. Kelima pelaku penerima barang haram itu langsung dibawa ke Gedung BNNP Sulsel guna dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Menurut keterangan Faturrahman sebagai penerima sekaligus pemilik ganja seberat 1kg ini mengatakan, ganja tersebut akan segera diedarkan di Kota Makassar dan di Kabupaten Bulukumba. Dalam aksinya, mereka mengelabui petugas. Barang haram itu dibungkus lalu diakui sebagai bungkusan berisi tas dan celana. “Saya membeli barang haram ini lantaran permintaan teman-teman karena dia mau pakai untuk akhir tahun. Saya sudah dua kali menerimanya, tapi sudah beredarmi,” terang Fatur. Sementara, Kepala BNNP Sulsel, Brigjen Agus Budiman Manalu mengatakan, informasi pengiriman ganja ke Makassar bersamaan dengan pengiriman barang serupa ke beberapa daerah, yakni Bali seberat 25Kg, Nusa Tenggara Barat (NTB) 7Kg dan DKI 2kg. “Tangerang juga ada, tapi belum diketahui jumlahnya karena sementara masih dilakukan pengejaran,” ujar Agus. Kelima pelaku dijerat pasal 114 ayat 2 dan Pasal 111 ayat 1 jo 132 ayat 1 UU Narkotika Nomor 35/2009 dengan ancaman hukuman diatas 20 tahun penjara. “Kami masih melakukan pengejaran terhadap RY pemilik barang haram itu,” jelasnya. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top