Akhir Tahun Dewan Ramairamai Kunker – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Akhir Tahun Dewan Ramairamai Kunker

KOLAKAPOS, Makassar–Sepanjang Desember hingga masuk pergantian tahun 2017, Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Makassar bakal sepi.

Sebanyak 50 legislator akan menikmati libur panjang yang dikemas dalam kunjungan kerja ke sejumlah daerah.
Koordinator Badan Musyawarah (Bamus) DPRD Makassar, Erick Horas mengatakan sejak disahkannya Peraturan Daerah (Perda) Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) pokok tahun 2017 akhir November lalu, seluruh agenda di DPRD Makassar untuk tahun 2016 serta merta selesai.
“Tidak ada lagi agenda di DPRD hingga masuk tahun 2017 hanya tersisa agenda kunjungan kerja untuk masing-masing alat kelengkapan di DPRD seperti Komisi, Bamus, Banggar, Baleg, dan Badan Kehormatan dewan,” bebernya.
Berdasarkan informasi yang diperoleh melalui staf pegawai DPRD Makassar, empat komisi tengah melaksanakan agenda kunjungan akhir tahun. Sebelumnya Banggar, Baleg, serta Banggar sudah terlebih dahulu melakukan agenda kunjungan kerja.
“Desember ini masing-masing alat kelengkapan menyesuaikan agendanya masing-masing termasuk kunjungan komisi di beberapa kota,” ucapnya.
Keberangkatan anggota dewan keluar kota dalam rangka kunjungan kerja secara bergiliran, membuat kantor DPRD lowong, tidak ada aktifitas dan agenda kedewanan yang berlangsung. Terhitung sejak beberapa pekan terakhir ini hanya ada pegawai dan staf yang lalu lalang.
Dihubungi terpisah Direktur Kopel Sulsel, Musaddak mengatakan, agenda kerja DPRD Makassar tidak terjadwal dengan baik, sehingga banyak hari atau waktu lowong yang tidak dimanfaatkan dengan baik oleh para wakil rakyat untuk kepentingan publik.
“Desember ini kan banyak hal yang bisa dilakukan oleh DPRD daripada hanya sekadar untuk plesiran saja, seperti melakukan evaluasi untuk kedepannya dan menerima keluhan dari masyarakat. Saya kira itu lebih penting daripada plesiran dengan agenda yang tidak jelas dan membuang-buang anggaran,” katanya.
Ia juga menyakini setumpuk aduan dan aspirasi masyarakat yang tidak terjamah dan diselesaikan di DPRD, karena kesibukan dewan untuk kunjungan kerja.
“Idealnya, dengan massifnya kunjungan dewan setiap tahun harusnya terjadi peningkatan kinerja dewan. Ini justru tidak memberikan dampak apa-apa padahal anggaran untuk bimtek dan kunjugan begitu besar dan selalu meningkat setiap tahun,” ucapnya.
Terpisah, pengamat kebijakan publik, Arief Wicaksono menyatakan, jadwal persidangan dan agenda dewan di DPRD merujuk pada UU No 27 tahun 2009. Persidangan di DPRD merupakan awal dan akhir kegiatan sepanjang tahun seiring dengan perjalanan penanggalan kalender Tahun berjalan yaitu dimulai pada 1 Januari dan berakhir pada tanggal 31 Desember.
Arief juga membeberkan setiap kebijakan yang akan diambil DPRD disalurkan melalui persidangan dewan.(fmc)

Click to comment

The Latest

To Top