DPR RI Ancam Laporkan SYL ke Presiden – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

DPR RI Ancam Laporkan SYL ke Presiden

Rombongan Komisi VII DPR RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Sulsel, Sabtu (17/12). Mereka kecewa lantaran tak disambut Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.

Kunker Komisi VII Tak Disambut Gubernur

Komisi VII DPR RI naik darah. Kunjungan kerja (Kunker) ke Kantor Gubernur Sulsel akhir pekan lalu mendapat tak sambutan kurang memuaskan.
Sejatinya rombongan Kunker Komisi VII DPR RI ke Sulsel diterima oleh Gubernur Syahrul Yasin Limpo (SYL), Sabtu (17/12) lalu. Namun, hingga rombongan yang dipimpin Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan itu tiba di Kantor Gubernuran, SYL selaku pimpinan tertinggi di Sulsel belum terlihat. Usut punya usut, SYL ada acara diluar, dan hanya diterima Kepala Bappeda, Djufri Rahman.
Padahal, rombongan Komisi VII DPR RI ke Sulsel didampingi mitra kerja dari Jakarta seperti pihak Kementerian ESDM, SKK Migas PLN, BPPT, LIPI, Kementerian KLHK, Kemenristek Dikti, dan Pertamina.
Anggota Komisi VII DPR Toto Daryanto mengatakan, tujuan utama Komisi VII DPR RI datang berkunjung sebenarnya ingin membantu Gubernur mengembangkan potensi energi yang belum dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat Sulsel.
“Kita ke sini padahal ingin membantu Pak Gubernur (SYL). Kita jauh dari Jakarta, bahkan saya dan Pimpinan Rombongan (Ketua Komisi VII DPR RI) Gus Irawan meninggalkan dapil masing-masing agar persoalan yang dilaporkan masyarakat Sulsel ke kita, bisa dibahas bersama-sama,” kata Toto Daryanto.
Toto yang juga Wakil Ketua Baleg DPR ini mengungkapkan, sikap Gubernur Sulsel itu telah melanggar atau bertentangan dengan UU MD3. Alasan itu, ia berencana akan melaporkan SYL ke pimpinan DPR RI, bahkan ke Presiden.
“Saya akan laporkan ini ke Pimpinan Dewan (DPR RI) hingga ke Presiden, karena sikap Gubernur Sulsel ini tak sesuai Undang-undang MD3. Kalau ini dibiarkan pemimpin di daerah tak hanya melecehkan DPR tapi juga nanti bisa-bisa Presiden diperlakukan seperti ini,” kata politisi PAN ini.
Politisi asal Dapil Jawa Timur V ini berharap, jika Gubernur Sulsel hadir pada kesempatan itu, segala sesuatu dibahas dan langsung dicari solusi secara bersama-sama. Jika rapat tetap dilakukan tanpa ada kepala daerah yang bersangkutan, lanjutnya, rapat yang dilakukan kurang mengakomodir kepentingan rakyat seperti disampaikan ke DPR RI. “Kita ingin bantu, kalau pak Gubernur tidak ada bagaimana? Padahal, yang mengambil kebijakan dari apa yang kita bahas nanti ya Gubernur, bukan kita-kita. Kita di sini hanya ingin membantu mengurai persoalan yanga ada di Sulsel,” jelas Toto. “Karena itu, saya merasa kecewa. Kita datangi kantornya, malah pak Gubernur tidak ada. Jangankan Gubernur Sekda saja tidak ada, hanya pak Bappeda yang mewakili, menerima kita. Ini tidak etis,” sambungnya.
Hal senada juga disampaikan oleh Anggota Komisi VII DPR asal Dapil Sulsel II Andi Jamaro Dulung. Bahkan dengan tegas Andi mengaku jika sikap SYL pada rombongan Komisi VII, tidak sesuai budaya Bugis-Makassar. “Saya juga kecewa, orang Bugis Makassar itu sangat menghargai tamu. Ini kok ada tamu malah ditinggalkan. Ini tidak bisa dicontoh, karena kita di Bugis Makassar itu sangat menghormati tamu,” kata Andi Jamaro. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top