Danny Kecewa Ada Proyek SKPD tak Dikerjakan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Danny Kecewa Ada Proyek SKPD tak Dikerjakan

KOLAKAPOS, Makassar–Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengaku kecewa setelah mengetahui adanya sejumlah proyek yang tidak dikerjakan satuan kerja perangkat daerah (SKPD) hingga akhir tahun ini.

Bahkan, anggaran proyek tersebut yang bersumber dari APBD dan APBD Perubahan 2016 terancam menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) yang harus dikembalikan ke kas negara.
Salah satu proyek yang menjadi kekecewaan Danny sapaan akrab wali kota yakni proyek pengadaan lampu jalan di 14 kecamatan di Kota Makassar. Padahal, pengadaan lampu jalan tersebut untuk mensukseskan Program Singara’Na Lorongta yang ditugaskan ke 14 kepala kecamatan (camat).
Menurut Danny, tidak berjalannya proyek dikarenakan kurangnya perencanaan serta tingginya kekhawatiran SKPD dan pihak terkait untuk memulai melaksanakan proyek pembangunan. Padahal jika seluruh perencanaan proyek pembangunan dilaksanakan secara transparansi, tentu semua proyek berjalan dengan baik dan aman.
“Cukup banyak proyek pembangunan yang mestinya dilaksanakan di tahun ini tapi masih ada yang belum dilaksanakan, seperti pemasangan lampu lorong di 14 kecamatan. Itu karena mereka belum siap atau takut,” kata Danny.
Khusus untuk proyek pemasangan lampu lorong di 14 Kecamatan di 2017, Danny berencana untuk mengalihkankewenangan ke Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar untuk mengelola proyek tersebut. Sedangkan proyek pembangunan lain yang juga belum terlaksana diharapkan setiap SKPD harus siap dan memperhatikan amanah yang diberikan dalam membangun Kota Makassar.
“Untuk proyek pemasangan lampu lorong saya rencanakan memindahkan kewenangannya ke Dinas PU untuk dijalankan. Kemarin-kemarin Dinas PU juga yang kerja pemasangan lampu jadi kita nilai mereka mampu. Sedangkan proyek lain dari SKPD yang belum berjalan kita nilai bagaimana kerja SKPD itu,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Makassar, Erwin Syafruddin Haiya mengatakan, anggaran proyek pembangunan yang batal dilaksanakan di tahun ini akan menjadi sisa lebih perhitungan anggaran (Silpa) atau dikembalikan ke kas negara. “Akhir tahun ini baru kita tahu besaran anggaran yang menjadi Silpa,” singkatnya.
Sebelumnya, data yang diperoleh BKM, sebanyak 18 proyek fisik pembangunan yang batal dilaksanakan tahun ini terdiri dari pembangunan drainase, peningkatan jalan dan jembatan ditambah dengan 14 paket proyek lampu lorong.
Pembantu Sekretaris Unit Layanan Pengadaan (ULP) Makassar, Surahman membenarkan jika masih ada beberapa proyek pembangunan yang batal dilaksanakan di tahun ini. Padahal proyek yang batal dilaksanakan memiliki pagu berkisar Rp37,7 miliar yang ada pada Dinas Pekerjaan Umum (PU) Makassar, Dinas Perhubungan (Dishub) Makassar dan 14 kecamatan di Makassar yang khusus dalam penanganan lampu lorong.
“Ada 18 proyek pembangunan yang batal dilaksanakan di tahun ini termasuk 14 paket proyek pengadaan lampu lorong dengan anggaran sekitar Rp26,12 miliar,” jelas Surahman.
Proyek pembangunan drainase yang batal dilaksanakan berada di Jalan Sungai Saddang Baru, Kelurahan Balla Parang dengan anggaran Rp1,9 miliar, pembangunan drainase Kelurahan Paccerakang dengan anggaran Rp1,025 miliar dan peningkatan Jalan dan Jembatan menggunakan (DAK) paket I dari Dinas PU Makassar Rp8,4 miliar.
Bukan hanya Dinas PU, Dishub Makassar juga memiliki proyek yang batal dilaksanakan ditahun ini berupa belanja Pakaian Dinas Harian (PDH) seharga Rp300 juta.
“Tetap bisa dilanjutkan di tahun depan untuk kembali dilaksanakan, tetapi tergantung pada SKPD terkait apakah ingin menganggarkan atau tidak proyek yang batal tersebut,” jelas Surahman. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top