Jelang Tahun Baru Baliho Ilegal Marak – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Jelang Tahun Baru Baliho Ilegal Marak

KOLAKAPOS, Makassar–Menjelang pergantiaan tahun, Kota Makassar kembali dibajiri sejumlah baliho promosi prodak serta ucapan. Namun hal ini sangat disayangkan, puluhan baliho tersebut ditengarai ilegal alias tidak bayar pajak.

Ketua Komisi B DPRD Makassar, Amar Busthanul meminta Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Makassar melakukan penertiban terhadap baliho yang tidak membayar pajak. Menurut dia, setiap baliho harus melalui persetujuan Dispenda jika terdapat baliho yang berdiri secara semrawut dan tidak meiliki izin maka segera dilakukan razia.
“Iklan ilegal atau resmi pasti diketahui Dispenda, sebab yang asli itu ada paraf jadi kalau ada yang tidak berparaf dari Dispenda agar segera ditertibkan, jangan hanya dibiarkan karena akan mengurangi estetika dan keindahan Kota Makassar,” ungkapnya saat di DPRD Makassar.
Menurut Legislator Fraksi Gerindra menuturkan, pemasangan baliho secara ilegal telah merugikan pemerintah. Setiap produk yang dipasang oleh masyarakat atau perusahaan dalam rangka mempromosikan produknya tidak boleh asal patok atau mengikat di tiang listrik atau lampu di pinggir jalan seperti yang terdapat di sepanjang Jalan AP Petaranin, Urip Sumihardjo, Perintis Kemerdekaan, Cendrawasih dan Sultan Alauddin.
“Apapun itu jika promosi maka semuanya harus membayar retribusi jadi jalan yang memasang baliho dan asal catok saja produknya tanpaizin maka bongkar semua,” tegasnya.
Amar juga menilai pemasangan iklan dalam bentuk reklame, baliho dan benner saat ini telah menjamur, namun sangat di sayangnya kondisi tersebut bukan menjadi harapan dalam mendongkrat sektor pendapatan asli daerah (PAD).
Untuk itu, ia menegaskan agar Dispenda tidak memberikan kebebasan masarakat dan pengusaha hingga berbulan-bulan lamanya memasang iklannya. Semua pemasangan harus bayar retribusi, jika tidak membayar maka harus dibongkar secara paksa.
“Dispenda perlu melakukan operasi keliling semua mesti bayar retribusi, jika tidak membayar bongkar secara paksa, ini mengantisipasi masyarakat yang mengambil kesempatan diakhir tahun,” tutur.
Sebelumnya, Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kota Makassar, Irwan Rusfiadi Adnan saat dikonfirmasi menyatakan berjanji akan menertibkan baliho yang tidak membayar retribusi, serta baliho yang waktu pemasangannya telah habis. “Jangankan yang tidak membayar, yang membayar sekalipun tapi waktunya telah habis kami bongkar,” ucapnya.
Irwan mengakui menjelang pergantian tahun banyak pengusaha memanfaatkan pemasangan baliho tanpa sepengetahuan Dispenda sebab, tim terpadu yang mengontrol baliho terus memantau. “Tim kami rutin keliling jadi baliho tanpa ada paraf langsung dicopot, bahkan tidak hanya itu baliho yang resmi tetapi mengganggu masyarakat kami pindahkan,” tutupnya. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top