Mengaku Intel Polisi, Malah Bawa Kabur Motor – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM & KRIMINAL

Mengaku Intel Polisi, Malah Bawa Kabur Motor

KOLAKAPOS, Kalijati–Eka Hendra terpaksa harus berurusan dengan pihak kepolisian. Pria berusia 27 tahun ini

dibekuk aparat Polsek Kalijati, Subang karena mengaku sebagai anggota kepolisian.
Sedikitnya empat orang warga menjadi korban pria asal Margahayu Bandung ini. Untuk
mengelabui korbannya, pelaku menggunakan kartu identitas anggota kepolisian palsu.
Kapolsek Kalijati, AKP Joni Wardi mengatakan, pelaku diringkus sekitar pukul 10.00 WIB
di sebuah kontrakan di Jalan Raya Lebaksiuh, Desa Sukasari Kecamatan Dawuan.
Kepada para korbannya, pelaku mengaku sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Unit
Intelejen (Intel, red).
“Pelaku baru ngontrak sekitar 1 minggu. Kepada korban, pelaku mengaku kalau dirinya
adalah polisi dengan menunjukan kartu anggota kepolisian palsu,” jelas AKP Joni.
Satu dari empat warga yang menjadi korban pelaku adalah Ahdi Diawan (42) warga
Kampung Gurudug Desa Situsari Kecamatan Dawuan.
Korban ditipu pelaku dengan menawarkan jasa perpanjangan pajak motor.
Untuk jasanya ini, pelaku meminta uang Rp 400 ribu kepada korban. Namun belakangan
pelaku tak menyelesaikan apa yang diminta korban.
Uang yang diserahkan pun bukannya untuk membayar pajak kendaraan, tapi malah habis
oleh pelaku.
Korban lainnya adalah Cucu Suandi (41), warga Kampung Lebaksiuh Kecamatan Dawuan.
Kepada Cucu, pelaku menawarkan jasa (calo, red) pembelian sepeda motor secara kredit.
Korban pun mengaku sudah menyerahkan uang DP kepada pelaku. Namun sepeda motor
yang dipesan korban pun tak kunjung datang.
Tak hanya dua korban, warga sekitar pun sudah mulai curiga dengan gerak-gerik pelaku
yang mengaku sebagai anggota polisi.
Tak lama kemudian, warga pun langsung menghubungi Polsek Kalijati. Petugas pun
langsung mengamankan sang polisi gadungan tersebut.
Kepada petugas, pelaku mengaku sudah menjual sepeda motor dua korban lainnya, yaitu
Acu asal Kecamatan Tanjungsiang dan Unun asal Pasar Rebo Purwakarta.
“Uang hasil penjualan sepeda motor tidak diserahkan kepada korban, tapi dihabiskan
pelaku,” jelasnya.
Dari tangan pelaku, petugas mengamankan sejumlah barang bukti, diantaranya 1 dompet
warna coklat, 1 kartu tanda anggota polri palsu, dan 1 kartu anggota gerakan seni budaya
Sunda. (ygo/din/dil/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top