Bumdes di Konsel 40 Persen Aktif, 60 Persen Baru Dibentuk – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

Jazirah Sultra

Bumdes di Konsel 40 Persen Aktif, 60 Persen Baru Dibentuk

Sekda Konsel saat membuka kegiatan pelatihan Bumdes.FOTO:Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo–Badan Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Pemerintahan Desa (BPMD PD) Konsel, menghelat pelatihan Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) dasar dan Bumdes lanjutan, Kamis (15/12), yang diikuti sekitar 200 desa dari 336 desa. Dimana setiap desa mengutus tiga orang pengurus.

Tujuan kegiatan tersebut untuk meningkatkan perekonomian, pemerataan dan pemetaan Bumdes.
Bupati Konsel Surunuddin Dangga mengatakan, terkait Bumdes tersebut diharapkan jangan pernah berhenti melaksanakan pelatihan, untuk peningkatan sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus Bumdes.
“Jadi jangan berhenti melakukan pelatihan demi peningkatan kapasitas pengurus Bumdes. Meskipun sudah dibina dan dilatih tetap akan ada kesalahan, hal ini dilakukan demi suksesnya Bumdes di seluruh desa di Konsel,” harapnya.
Menurutnya, yang utama yakni pengawasan Bumdes. Olehnya itu 336 desa yang ada, masih terus diseleksi mana yang aktif, kurang aktif dan mana yang baru berdiri.
Sementara itu, Kepala BPMD PD Konsel Syaifullah menjelaskan, sesuai hasil data untuk 2016, kurang lebih 40 persen Bumdes yang aktif di desa dan sisanya 60 persen baru dibentuk.
“40 persen yang aktif, inilah nantinya yang akan menyampaikan dalam satu kecamatan dua sampai tiga desa. Terkait keberhasilan dalam menjalankan Bumdes tersebut, kami tidak mau menyampaikan bahwa semuanya berhasil, walaupun nantinya pasti akan berhasil semua,” jelasnya.
Bumdes lanjut dia, sangat mudah untuk dijalankan, pasalnya Bumdes selalu mengikuti potensi yang ada di desa. Contoh dari kecamatan Kolono Timur hingga kecamatan Kolono pasti berbicara masalah perikanan, karena disana adalah wilayah laut.
“Kecamatan Lalembuu sampai Basala, Benua dan Mowila pasti berbicara perkebunan, pertanian dan persawahan. Selanjutnya ada juga yang menjalankan dengan jasa simpan pinjam dan perdagangan, simpan pinjam ini hampir semua desa menjalankannya,” paparnya.
Lebih lanjut dikatakannya, yang perlu dijelaskan adalah pengurus Bumdes tidak boleh jadi pelaku bisnis, pengurus hanya bertugas mengatur pelaku bisnis. Jika ditemukan hal seperti itu maka akan langsung diberikan pembinaan, akan ketidaktahuan pengurus.
“Sumber dana Bumdes ini berasal dari 51 persen dana pemerintahan desa, 49 persen dari simpanan atau tabungan masyarakat. Untuk saat ini Bumdes masih bersumber dari pemerintahan desa yakni dari DD yang 10 persen,” ungkapnya.
Ia berharap, kedepannya seluruh Bumdes yang ada di Konsel akan bekerja sama dengan beberapa Bank, untuk mendapatkan program Kredit Usaha Rakyat (KUR).
“Sehingga nantinya KUR tersebut bisa membantu permodalan Bumdes,” tutupnya. (k5)

Click to comment

The Latest

To Top