Bapedalda Ancam Bawa ke Pengadilan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Bapedalda Ancam Bawa ke Pengadilan

Pengusaha Tambang tak Kantongi Izin

KOLAKAPOS, Malili–Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan Daerah (Bapedalda) Kabupaten Luwu Timur (Lutim) Alamsyah, rupanya tidak main-main soal izin galian tambang C.

Bahkan, Alamsyah mengancam, jika pihaknya sudah turun ke lapangan, dan ada pengusaha tambang C belum mengantongi izin, maka semua aktivitas akan dihentikan semntara. Kemudian pihaknya akan melakukan koordinasi dengan penegak hukum, untuk melakukan penyelidikan dan jika terbukti bersalah, persoalan tersebut akan dibawa ke pengadilan,”ancam Alamsyah, menanggapi banyaknya aktivitas galian tambang C tak memiliki izin, Rabu, 14 Desember 2016.

Dia mengaku, tahun ini pihaknya sudah mendapatkan tujuh pengaduan terkait pengelolaan tambang galian C di Lutim tak memiliki izin lingkungan.
“Selain pelanggaranya tak memilki izin juga diklaim meresahkan masyarakat. Aktivitasnya dinilai menimbulkan debu dan transportasi padat,”beber Alamsyah.

Seperti yang disampaikan sebelumnya, selama tahun 2016 ini baru tujuh pengaduan yang masuk, itupun hanya aktifitas tambang galian C yang tak memiliki izin lingkungan, termasuk PT SMS yang melakukan dua titik aktivitas penambangan di Desa Kasintuwu, dan aktivitas warga desa Balantang di 5 titik dan aktivitas tambang di belakang SMA 2 Malili.
“Saat ini ketujuh tambang galian C tersebut sudah dalam pembinaan, dalam artian sudah diberikan surat teguran untuk membuat izin, “ucap.

Seraya menambahkan, terkait aktivitas tersebut, sekiranya pengelola dapat mengurus semua izin yang bekaitan dengan semua aktivitas yang ada.
Sebab jika teguran itu tidak diindahkan Pihak dari Bapedalda Lutim akan melakukan koordinasi dengan Balai Pengamanan dan Penegakan Hukum Lingkungan dan Kehutanan (BPPHLHK) Sulawesi yang bertugas melaksanakan kegiatan penurunan gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum lingkungan hidup dan kehutanan.

“Fungsi dari satuan ini menginventarisasi dan identifikasi potensi gangguan, ancaman dan pelanggaran hukum lingkungan hidup dan kehutanan,”tutup Alamsyah.(fjr)

Click to comment

The Latest

To Top