Waspadai Proyek Asal Jadi Akhir Tahun – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

BERITA UTAMA

Waspadai Proyek Asal Jadi Akhir Tahun

Alat berat dikerahkan untuk memperbaiki oprit jembatan yang jebol.FOTO:ist/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Akhir tahun 2016 tinggal menghitung hari, akan tetapi masih banyak proyek pemerintah yang belum selesai atau masih dalam tahap pengerjaan. Alhasil, proyek tersebut harus dikebut untuk mengejar target berakhirnya masa kontrak, yang menjadi peringatan bagi rekanan maupun konsultan pengawas.

Direktur Yayasan Pengembangan Pelayanan Publik (YAPPLIK), Nasruddin Foker, mewarning para kontraktor yang memburu target waktu pengerjaan sebelum pergantian tahun. Sebab, tidak menutup kemungkinan proyek yang dikebut berdampak pada kualitas proyek.
“Dari sudut kualitas, jika proyek yang dikerjakan secara terburu-buru atau dikerjakan dengan batas waktu, dikhawatirkan banyak terdapat kekurangan baik jumlah dan volume dari apa yang ditargetkan. Dari sisi anggaran sudah dapat dipastikan bahwa kualitas yang tidak sesuai dengan yang ditentukan, ditambah kuantitas yang kurang dari jumlah dan volume yang ditargetkan, maka besar sekali kelebihan anggarannya. Imbasnya, terjadi penyelewengan anggaran,” ujar Nas, sapaan akrab Nasruddin Foker.
Nas mengimbau kepada pemerintah agar mengawasi secara ketat pelaksanaan proyek yang kini tengah berjalan di lapangan.
”SKPD juga harus pro aktif dalam evaluasi proyek. Tidak kalah penting kualitasnya harus diutamakan, jangan hanya asal-asalan saja,” harapnya.
Nas juga menegaskan, tidak jarang ada kontraktor yang bekerja terkesan alasa-asalan. Apalagi waktu sudah mepet akhir tahun, sehingga berusaha menekan biaya seminim mungkin untuk meraup untung besar.
”Kalau pengerjaan pembangunan yang dilakukan berjalan baik dan sesuai dengan aturan yang ada, tentunya akan menghasilkan kualitas yang baik. Tujuan pengawasan itu bukan untuk mencari salah dari pemerintah, tapi bertujuan untuk memberikan masukan agar pemerintah dapat menjalakan tugasnya dengan baik sesuai dengan aturan,” tandasnya.
Tak luput ia menyoroti oprit (jalan pendekat) jembatan yang berada di Baypass Kolaka-Pomalaa, tepatnya di desa Puuroda. Pasalnya, hampir setiap memasuki musim penghujan oprit jembatan Puuroda amblas. Puncaknya kemarin (14/12), kendaraan baik roda dua maupun roda empat tak bisa melalui jalur tersebut, akibat oprit jembatan jebol.
“Entah ini (jebolnya oprit jembatan Puuroda, red) karena proyek yang asal jadi atau tidak, tapi diharapkan pemerintah harus lebih tegas dalam pengawasan proyek,” imbuhnya. (hrn)

Click to comment

The Latest

To Top