Empat Kecamatan Masih Rutin Digenangi Air – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Empat Kecamatan Masih Rutin Digenangi Air

KOLAKAPOS, Makassar–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar saat ini masih menemukan genangan air yang tinggi di empat Kecamatan di Makassar.

Kecamatan yang menjadi langganan genangan setiap musim penghujan yakni Kecamatan Biringkanayya, Tamalanrea, Manggala dan Rappocini.
Kepala BPBD Makassar, Yunus Said mengatakan, untuk mencegah genangan air di empat kecamatan diperlukan kerjasama yang baik antara pihak Kecamatan, BPBD dan dinas terkait dalam mengontrol kondisi drainase.
Bukan hanya itu, penataan tempat tinggal di kompleks perumahaan juga harus lebih diperhatikan, terkhusus dalam perencanaan pembangunan perumahaan di wilayah yang ada di Makassar.
“Sekarang sudah banyak perumahaan yang dibangun di dataran rendah, sehingga kalau musim hujan tiba mereka digenangi air. Jadi perlunya perencanaan yang baik sebelum membangun perumahan dengan terlebih dulu melakukan survei. BPBD juga bisa diajak dalam melakukan pemantauan daerah-daerah dataran rendah rawan banjir, dan bersama-sama mencari cara agar wilayah tersebut tidak digenangi air,” kata Yunus Said.
Dia menemabahkan, pihak kecamatan juga harus lebih aktif melaporkan kondisi lingkungan terkhusus drainase ke dinas terkait agar segera dikerjakan. Sehingga potensi terjadinya genangan air di musim hujan tidak terjadi.
Di tahun ini kata Yunus, pihaknya telah mempersiapkan bantuan untuk masyarakat yang mengalami musibah baik banjir ataupun kebakaran dengan menyediakan tenda, material dan juga family kid yang dikemas di dalam kardus. Famili kid itu berisi handuk, selimut ataupun sabun mandi. “Kalau jumlahnya saya tidak bisa sebut,” singkatnya.
Terpisah, Lurah Buloa, Iraman mengakui, pengurukan sejumlah kanal dan drainase di sejumlah titik di Kota Makassar dianggap mampu meminimalisir genangan banjir saat musim hujan.
Seperti wilayah kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo yang dulunya menjadi salah satu langganan genangan banjir kini berkurang akibat kanal yang terletak di Jalan Sultan Abdullah telah dikeruk dengan menggunakan alat berat dari Dinas Pekerjaan Umum (PU).
Belum lagi, intensitas Satuan Tugas (Satgas) di setiap kelurahan dan kecamatan untuk membersihkan drainase juga menjadi salah satu faktor minimnya genangan banjir.
” Tidak adami genangan, kanal sudah dikeruk dan drainase selalu dibersihkan,” kata Iraman. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top