Anggaran Middle Ring Road Terancam Dikembalikan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Anggaran Middle Ring Road Terancam Dikembalikan

Pembangunan underpass simpang lima Bandara Internasional Hasanuddin, Sabtu, 12 Maret. Pemasangan borpile underpass akan dimulai pada tanggal 15 Maret mendatang.

KOLAKAPOS, Makassar–Satuan Kerja (Satker) Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Metropolitan XIII dikejar deadline penggunaan anggaran untuk pembebasan lahan middle ring road (MRR), atau lahan jalan lingkar tengah sebesar Rp21 miliar.

Hingga saat ini, belum ada progres berarti terkait hal itu. Padahal, waktu yang tersisa untuk pembayaran pembebasan lahan tinggal beberapa hari lagi menjelang tutup tahun.
Menurut Kepala Satker BBPJN Metropolitan XIII, Rahman Jamil, persoalannya ada di Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar.
Balai besar belum memperoleh secara resmi luasan bidang lahan yang akan dibebaskan dari Badan Pertanahan Nasional (BPN) Makassar. Sebenarnya, secara teknis, BBPJN XIII sudah mengantongi luasan yang akan dibebaskan. Namun yang jadi persoalan adalah balai besar butuh legalitas dari BPN Makassar. Dan ini yang belum terpenuhi sampai sekarang.
Menurut Rahman, pihaknya sudah beberapa kali bersurat ke BPN untuk meminta BPN turun melihat luasan lokasi yang akan dibebaskan. Namun sejauh ini belum ada respon. Akibatnya, balai besar tak bisa berbuat apa-apa untuk melakukan pembayaran.
“Saya sudah menyurat beberapa kali ke pertanahan. Waktu September, namun belum ada respon. Bersurat lagi waktu November namun juga belum ada hasil yang memuaskan. Sekarang saya mau ke sana lagi untuk menanyakan, ” kata Rahman Jamil.
Dia mengaku khawatir, anggaran yang diberikan pemerintah pusat untuk pembebasan lahan MRR melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBN-P) 2016 tidak bisa digunakan secara maksimal sehingga harus dikembalikan lagi ke pusat. Anggaran yang disuntikkan pusat untuk pembebasan lahan MRR melalui APBN-P sebesar Rp21 miliar.
“Penyerapan anggaran pembebasan lahan diperkirakan hanya bisa digunakan hingga 23 Desember mendatang. Sisanya otomatis harus dikembalikan ke pusat, ” jelas Rahman.
Dia berharap BPN bisa lebih fokus menyelesaikan persoalan yang ada agar MRR bisa dibangun secara maksimal sesuai target yang ditentukan. Jangan sampai terus terhambat karena karena persoalan pembebasan lahan.
Untuk pekerjaan fisik, lanjutnya, sejauh ini terus berproses. Sudah ada akses jalan sepanjang 250 meter yang sudah dicor. Selain itu, sementara dilakulan pengeboran untuk pemancangan tiang jembatan. Selain itu, kontraktor juga sudah melakukan penimbunan sepanjang 1,075 kilometer. Sisanya sepanjang 1200 meter untuk sampai ke Jalan Leimena juga sudah siap untuk dibayarkan.
Tahun depan, MRR kembali mendapat kucuran dana sekitar Rp75 miliar khusus untuk pembangunan fisik jembatan.
Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo sebelumnyaberharap, persoalan lahan pada proyek MRR bisa dirampungkan secepatnya.
Menurutnya, jalan alternatif itu sangat dibutuhkan sebagai salah satu jalan yang bisa memecah kemacetan. Dia optimistis MRR bisa rampung sesuai target yang diinginkan. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top