Pegawai Dikpora Bombana Ditemukan Tewas – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

Jazirah Sultra

Pegawai Dikpora Bombana Ditemukan Tewas

KOLAKAPOS, Rumbia–Dinas Pendidikan,Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bombana, dirundung duka yang
mendalam setelah salah satu stafnya,bernama Jufri, S.Pd 45 tahun meninggal dunia.Jufri
diduga meninggal dunia akibat tekanan darah tinggi atau hipertensi.
Pegawai Dinas Dikpora ini meregang nyawa,sekitar pukul 21.30 wita jumat pekan
kemarin.Jasadnya pertama kali diketahui dua tetangganya bernama Marton dan
Hasnawati.Saat ditemukan, Jufri terbaring di atas ranjang dengan mulut berbusa dan
telinga mengeluarkan darah.
“Kami sudah lakukan identifikasi dan permintaan visum di rumah sakit. Hasilnya, tidak ada
tanda-tanda kekerasan terhadap korban. Dia (korban) kami pastikan tewas akibat tekanan
darah tinggi,” kata Kapolres Bombana, AKBP Bestari H Harahap, disela-sela mengikuti
pembukaan Porseni dan defile dalam rangka HUT Bombana, ke-13 di eks MTQ, ruang
terbuka hijau Bombana, Sabtu sore,akhir pekan kemarin.
Kata Bastari,penemuan mayat staf Dinas Dikpora ini bermula dari keresahan Suharni
Sakir, istri korban. Malam itu, Suharni yang tengah berada di Toburi merasa tidak
nyaman,karena beberapa kali menghubungi nomor hand phone suaminya di Doule, tidak
pernah diangkat,meski terdengar berdering alias tersambung.
Merasa panik,Suharni yang berprofesi guru Taman Kanak-Kanak di Desa Toburi ini
kemudian menghubungi Lilianti, tetangga korban. Suharni meminta tolong,mengecek
mengapa Jufri, tidak mengangkat telepon istrinya (Suharni),Lilianto Sambil mengajak
Marton, suaminya, serta Hasnawati, tetangganya, mereka bertiga bergegas menuju
tempat tinggal Jufri di Doule.”Saat kami tiba di rumahnya, kami mencoba menghubungi
nomor korban. Tapi tetap tidak diangkat,”kata Marton. Curiga dengan keadaan tersebut,
Marton bersama Hasnawati kemudian nekad masuk, dan mendobrak pintu dapur.
Kedua tetangga korban, langsung terkejut, sebab mereka melihat tubuh Jufri sudah kaku
dan tidak bernyawa.
Tak ingin mengambil resiko, keduanya kemudian menyampaikan kepada istri korban, dan
memilih mengadukan temuan mereka itu kepada personil Polres Bombana. Kapolres
Bombana mengatakan, pihaknya telah memeriksa empat orang saksi terkait tewasnya staf
Dinas Dikpora tersebut.
Selain 3 orang warga yang pertama kali menemukan mayat Jufri, istri korban, juga sudah
dimintai keterangannya. “Sesuai keterangan dari beberapa saksi, korban ternyata sering
mengalami tekanan darah tinggi,” ungkap alumni Akpol tahun 1999 itu (K6/b/hen)

Click to comment

The Latest

To Top