Kebijakan UASBN Dinilai Membingungkan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Kebijakan UASBN Dinilai Membingungkan

Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla.

Disdik Tunggu Kejelasan Anggaran Pusat

KOLAKAPOS, Makassar–Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel masih menunggu kejelasan anggaran penyelenggaraan Ujian Akhir Semester Berbasis Nasional (UASBN) pengganti Ujian Nasional (UN) yang dihapus Kementerian Pendidikan, belum lama ini.
Kepala Disdik Sulsel, Irman Yasin Limpo, menjelaskan, meski UASBN telah menjadi kewenangan pemerintah provinsi, dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, namun anggaran penyelenggaraan tetap dianggarkan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2017.
“Untuk sementara UASBN masih menggunakan dana pusat, karena itu sudah dianggarkan di APBN. Kita bisa membantu di anggaran tahun 2018 mendatang,” ungkap None, sapaan Kadisdik Sulsel.
Sampai saat ini, kata None, penganggaran UASBN tersebut masih digodok pemerintah pusat. Sehingga, pihaknya belum mengetahui berapa besaran anggaran untuk UASBN Sulsel.
Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla menuturkan, pihaknya juga telah mempertanyakan soal anggaran UASBN itu. Pasalnya, anggaran UN sebelumnya sebesar Rp500 miliar yang berasal dari APBN.
“Itu yang saya sempat kritik dan mempertanyakan anggarannya. Karena UN ada anggaran 500 miliar, anggaran itu kemana,” ucapnya.
Menurutnya, pelimbahan UN dari pusat ke UASBN yang dibawahi oleh provinsi itu harus diperjelas. Sebab, program tersebut hanya bisa membebani Pemda atau Provinsi karena tidak memberikan kejelasan yang detail tentang pelimpahan.
“Itu tidak jelas, seolah-olah program itu membebani Pemda saja karena pusat tidak memberikan kejelasan. Hanya melemparkannya saja sekarang ujian ditentukan daerah,” katanya.
Menurutnya, kebijakan ini masih menimbulkan kebingungan pemerintah daerah dalam implementasinya.
Meskipun begitu, menurut Adi, kebijakan ini juga memiliki sisi positif karena memberi ruang kepada daerah berperan di dalam penentuan ujian akhir sekolah. Selain itu, siswa juga tidak terbebani dengan standar nasional. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top