Pendamping Pedagang Pasar Sentral Ancam PT MTIR – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Pendamping Pedagang Pasar Sentral Ancam PT MTIR

Bangunan Pasar Sentral Makassar. asep/rakyatsulsel

Tagih Ketegasan Tim Independen Pemprov

KOLAKAPOS, Makassar–Pendamping pedagang Pasar Sentral Makassar, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Universitas Hasanuddin (Unhas) masih menunggu sikap tim independen bentukan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, untuk menyelesaikan kisruh Pasar Sentral Makassar.
LBH Unhas menunggu sikap tegas tim independen terhadap pengelola Makassar Tunggal Inti Raya (MTIR) untuk memutuskan harga lods Pasar Sentral Makassar.
Tim independen yang melibatkan beberapa unsur seperti kejaksaan dan beberapa pejabat pemprov itu diberi waktu gubernur hanya tiga minggu terhitung sejak pertengahan November 2016 lalu.
“Kami dijanji secapatnya untuk menindak tegas MTIR. Tapi sampai saat ini masih jalan,” ungkap Direktur LBH Unhas, Muh Hasrul.
Dia menjelaskan, sampai saat ini harga lods belum menemui titik terang karena MTIR sangat berat menurunkan harga.
“Kami membuka waktu untuk memetuskan, tapi MTIR belum punyai waktu untuk memutuskan. Harga terakhir yang ditawarkan sebesar Rp35 juta per kios atau lods itu sudah dua kali naik dari Rp20 juta dan Rp27 juta. Tapi mau MTIR Rp90 juta, masih tetap bertahan,” ucapnya, Rabu (7/12).
Hasrul menambahkan, pihaknya hanya mengurusi pedagang yang lama sebanyak 600 orang atau sekitar 2.000 kios.
“Jika akhirnya tidak ada keputusan, MTIR tidak mau sepakat, kami akan menempuh langkah akhir adalah melaporkannya ke ranah hukum. Karena banyak sekali pelanggaran hukumnya, misalnya, proyek itu tidak ditender padahal nilainya Rp1,2 triliun, tidak mempunyai IMB, tidak ada konsultan pengawas, yang paling pokok adalah gambarnya sudah lima kali berubah,” beber Hasrul. Selain itu, lanjut Hasrul, MTIR telah memperpanjang kontrak pendirian bangunan ke pemkot sampai pada tahun 2022. Itu dianggap melanggar adendum karena ditandatangani PD Pasar. Seharusnya Walikota Makassar yang bertandatangan. “Walikota sebagai pemilik harus bertanggung jawab lahan. Yang jelas tidak ada kesepakatan yang dibangun oleh MTIR tanpa melibatkan LBH Unhas, karena kami kuasa hukum mereka (pedagang),” jelas Hasrul. Sekertaris Tim Independen, Asmanto Baso Lewa, mengatakan, pihaknya saat ini masih menunggu pihak MTIR untuk memutuskan harga. “Mereka masih minta waktu, jadi kita berikan paling lambat minggu ini itu harus diputuskan,” katanya. Sementara, Gubenur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, sebelumnya menargetkan penanganan kisruh Pasar Sentral selesai dalam tiga minggu. “Memang kita masuk di ujung yang sangat kompleks. Jadi sudah terlalu jauh ini persoalan. Tapi saya berharap jangan semua menyandarkan ke gubernur, mari berusaha bersama sehingga kita bisa mencari jalan keluarnya,” tegas Syahrul. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top