Tarik Biaya Parkir tak Sesuai Perda, Bisa Pungli – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Tarik Biaya Parkir tak Sesuai Perda, Bisa Pungli

Net/Ilustrasi

KOLAKA POS, PARE-PARE–Penarikan retribusi parkir kerap dikeluhkan warga karena masih adanya sejumlah petugas parkir yang menarik retribusi parkir tanpa memberikan karcis. Bahkan penarikan parkir, terkadang juga ada melebihi nilai dari ketentuan pemerintah yang telah diatur dalam regulasi daerah, berupa peraturan daerah (Perda). Misalnya roda dua tarif parkirnya Rp1.000, tapi ditarik Rp2.000. Itu bisa dikategorikan pelanggaran pungutan liar (pungli).
Menyikapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP sebagai institusi penegakan peraturan daerah (Perda) akan bergerak jika adanya laporan masyarakat yang merasa dirugikan dengan tarif parkir yang tidak sesuai ketentuan perda.
Kepala Satpol PP Kota Parepare, Hasan Ginca mengatakan, retribusi parkir yang ditarik tidak sesuai dengan ketentuan itu melanggar. “Kalau memang ada laporan warga yang merasa dirugikan, tentu akan kita sikapi dengan berkoordinasi dengan instansi terkait,” kata Hasan Ginca. Hasan menegaskan, penarikan biaya parkir yang tidak sesuai dengan nilai yang diatur dalam perda, bisa dikategorikan pungli.
Dia pun menunggu instruksi dari instansi terkait tentang penertiban parkir yang tidak sesuai dengan perda untuk pemberian sanksi. “Kita dari Satpol PP selalu siap jika dibutuhkan dalam bentuk tim melakukan kontrol bersama instansi terkait dalam hal penegakan perda, khususnya regulasi perparkiran. Karena kalau kami turun sendiri tidak mungkin, kami turun bersama pihak yang berkepentingan untuk mengontrol,” jelasnya
Dia menegaskan, jika ada juru parkir yang memaksa pengendara, khususnya roda dua untuk membayar parkir tidak sesuai dengan Perda, itu dinyatakan pungli. “Saya pribadi, dikatakan pungli itu selama orang itu keberatan. Namun bisa dikatakan bukan pungli, kalau juga pengendara roda dua sendiri yang memberikan uang kepada tukang parkir secara ikhlas sebsar Rp2.000. Kecualai juru parkir yang meminta uang sebesar Rp2.000 itu baru pungli. Sedangkan tarif parkir roda dua sesuai perda hanya Rp1.000,” katanya. Dia pun mengharapkan adanya kerja sama dengan semua elemen masyarakat jika menemukan adanya juru parkir yang mengambil biaya parkir lebih dari ketentuan yang diatur perda. “Kalau memang ada yang dirugikan, silakan melapor yang disertai bukti valid. Kita bersama instansi terkait akan menindaklanjuti,” tandasnya. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top