Pupuk Indonesia Butuh Alokasi Gas Baru – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

EKOBIS

Pupuk Indonesia Butuh Alokasi Gas Baru

KOLAKA POS, Jakarta — PT Pupuk Indonesia (Persero) mengajukan alokasi gas baru kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mempersiapkan Kawasan Industri Teluk Bintuni, Papua Barat yang dikhususkan sebagai pusat industri pupuk dan petrokimia.
Head of Corporate Communication Pupuk Indonesia Wijaya Laksana menjelaskan, permintaan alokasi gas sudah disampaikan ke Kementerian ESDM pada bulan Oktober lalu.
Penambahan alokasi gas ini disebabkan karena perubahan di dalam rencana bisnis perusahaan. Pada awalnya, perusahaan ingin membangun pabrik pupuk urea di kawasan tersebut.
Namun, melihat kondisi pasar pupuk internasional yang kelebihan suplai, proyek tersebut menjadi kurang prospektif.
Sehingga, di dalam rencana bisnis yang baru, Pupuk Indonesia berniat untuk mengembangkan industri petrokimia.
”Harga komoditas urea sedang anjlok dan harga gas kita masih cukup tinggi dibandingkan negara lain. Sehingga produk urea kami sulit bersaing. Maka kami berencana beralih mengembangkan produk petrokimia,” ujar Wijaya.
Di dalam rencana bisnis baru perusahaan, dia menyebut bahwa proyek Teluk Bintuni akan dibangun dalam dua tahap.
Pada tahap pertama, perusahaan akan mengembangkan industri petrokimia, yaitu methanol dan berbagai turunannya seperti ethylene, propylene, polyethylene, dan polypropylene.
Sedangkan pada tahap kedua, perusahaan siap mengembangkan pabrik pupuk NPK.
Agar proyek itu bisa berjalan, Pupuk Indonesia meminta alokasi gas sebesar 130 MMSCFDi, atau lebih banyak dibanding permintaan alokasi sebelumnya yaitu 124 MMSCFD.
”Untuk mendukung keekonomian proyek, kami juga berharap dukungan pemerintah dalam membangun infrastruktur kawasan,” tambahnya.
Rencananya, Kawasan Industri Teluk Bintuni ini akan dibangun di Kabupaten Teluk Bintuni, Papua Barat dengan luas lahan 2.112 hektare. (ers/jos/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top