Disbudpar Fokus Benahi Objek Wisata – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

Metro Kolaka

Disbudpar Fokus Benahi Objek Wisata

Sejumlah wisatawan saat menikmati sungai terpendek dunia di kecamatan Iwoimendaa.. FOTO: Dadang/Kolaka Pos

KOLAKA POS, KOLAKA — Meningkatkan jumlah pengunjung baik dari wisawatan domestik maupun mancanagara, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) saat ini sedang konsentrasi menata dan membenahi objek wisata dan situs kebudayaan di Kolaka.

Kepala Disbudpar Kolaka, Hasminto mengatakan, saat ini pihaknya sedang fokus dalam pembenahan objek wisata. Adapun objek wisata yang dibenahi saat adalah Sungai Tamborasi, dan makam raja Sangia Nibandera.

“Ada dua objek wisata yang menjadi titik fokus tahun ini yaikni di Kecamatan Iwoimendaa dan Wundulako. Kalau di Iwoimendaa ada sungai terpendek di dunia yaitu Sungai Tamborasi, kami di sana membangun dua tempat istirahat gazebo dan membangun tanggul dengan tujuan untuk mencegah abrasi di sekitar sungai Tamborasi. Di kecamatan Iwoimendaa pengembangan objek wisata juga dilakukan di Kecamatan Wundulako yaitu membuat gerbang masuk di makam raja Sangia Nibandera, pembuatan jembatan masuk ke pulau Padamarang serta Koteks dan dua gazebo,” terangnya.

Ia mengungkapkan, selain itu juga Disbudpar juga membenahi sejumlah objek wisata yang ada, seperti Pulau Padamarang. “Kami juga melakukan perbaikan jalan setapak di sekeliling objek wisata pulau Padamarang. Langkah tersebut adalah satu upaya untuk memperingati objek wisata di Kolaka. Harapan kami adalah objek wisata tersebut bisa menarik pengunjung baik itu lokal maupun mancanegara,” tambahnya.

Hasminto juga mengatakan selain objek wisata, dinas parawisata dan kebudayaan juga mengakui selalu menjaga situs budaya yang ada di Kolaka bahkan selalu melestarikannya dengan membuat beberapa perubahan di lokasi pagelaran budaya di Kolaka.

” Kolaka juga punya alun-alun dan saat ini telah dibenahi baik itu pagar, pembuatan pendopo sanggar budaya. Kemudian ada juga di Kecamatan Latambaga yaitu lokasi yang bisa digunakan pada acara adat monahundau (pesta panen) tiap Februari sudah rutin, serta ada juga gazebo tiga unit. kami sangat mengharapkan masyarajat bisa ikut menjaga warisan leluhur di Bumi Mekongga ini,” tandasnya. (hud)

Click to comment

The Latest

To Top