Coba Kabur , Predator Pembunuhan Dihadiahi Tiga Timah Panas – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM & KRIMINAL

Coba Kabur , Predator Pembunuhan Dihadiahi Tiga Timah Panas

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Kaltim–Tim gabungan Polda Kaltim bersama Polres Bontang berhasil menangkap seorang pelaku pembunuhan berantai. Pelaku membunuh dua orang korban atas nama Subhan Nur (21), dan Sutardi (51). Kedua korban dihabisi menggunakan palu dan pisau di Tempat Kejadian Perkara (TKP) berbeda, yakni di Bontang dan Kukar.

Pelaku bernama Eko Susilo (35) ini menimbun kedua korban dengan cara ditumpuk dalam satu lubang di Kilometer 27 Desa Semangko, Kecamatan Marangkayu, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Direskrimum Polda Kaltim, Kombes Pol Winston Tommy Watuliu mengatakan, awal pengungkapan kasus ini bermula dari penemuan tulang-belulang manusia di TKP pada Selasa (8/11) silam.

“Awal pengungkapan saat ditemukannya dua jenazah yang sudah berbentuk tengkorak dan tulang belulang,” papar Winston, Rabu (30/11).

Penemuan dua jenazah itu pada 8 November itu, sedangkan menurut dokter, kematian diperkirakan pada dua minggu sebelum ditemukan.

Awalnya, petugas sempat merasa kesulitan dalam identifikasi korban.

Walaupun tidak ada laporan kehilangan anggota keluarga, hamun Kepolisian terus mencari pihak keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya.

Setelah melakukan penyidikan dan menemukan informasi mengenai korban, petugas lalu melakukan investigasi untuk menemukan siapa pelaku pembunuhan.

“Kami dapatkan latar belakang korban dan hal yang berkaitan dan interaksi terakhir korban. Dari situ kami berhasil mendapatkan petunjuk yang mengarah pada pelaku kejahatan,” imbuhnya.

Polisi akhirnya berhasil meringkus Eko Susilo. Ketika akan diamankan, pelaku berusaha melawan polisi dan hendak kabur.

Tembakan ke udara sebanyak tiga kali juga tak dihiraukan. Polisi kemudian terpaksa menembak kaki Eko untuk melumpuhkannya.

Tak ayal, tembakan tiga kali berhasil merobohkan Eko Susilo.

Pelaku tersungkur dan terkapar di tanah setelah kakinya tertembus tiga butir timas panas.

“Pelaku semacam ini, yang sadis melakukan pembunuhan adalah semacam predator. Jika tidak diamankan bisa saja melakukan kejahatan lain,” tegas Winston Tommy Watuliu.

Setelah berhasil meringkus pelaku, petugas kemudian melakukan pemeriksaan.

“Terkait ini apakah pembunuhan berencana atau tidak, masih kami dalami,” imbuhnya.

Winston melanjutkan, sementara ini pelaku dinyatakan tunggal dalam melakukan pembunuhan.

Winston juga menyebut, pelaku adalah residivis kambuhan.

Dari data yang didapat Ditreskrimum Polda Kaltim, pelaku pernah melarikan diri dari tahanan, namun bukan kasus pembunuhan. Kasus hingga saat ini masih terus didalami petugas.

Terkait lokasi yang dipilih pelaku sebagai tempat menimbun mayat, Winston mengatakan, pelaku mungkin merasa lokasi tersebut jauh dari jangkauan masyarakat dan dirasa aman.

Namun pada akhirnya, salah seorang warga bernama M Rum berhasil mencium aroma tidak sedap yang mengarahkannya pada penggalian tempat tersebut.

Dalam kasus ini, pelaku dijerat pasal berlapis, yakni 340, 365, 351 ayat 3, dan 338 KUHP dengan ancaman hukuman seumur hidup atau hukuman mati.

Beberapa barang milik korban yang diambil oleh Eko, di antaranya mobil Daihatsu Xenia KT 1457 BM dan uang tunai sebesar Rp 11 juta.

“Sedangkan senjata yang digunakan untuk membunuh masih belum diamankan petugas karena dibuang saat kabur,” pungkas Winston. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top