Aniaya Anak Sendiri Hingga Tewas, Pasutri Terancam 15 Tahun Bui – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM & KRIMINAL

Aniaya Anak Sendiri Hingga Tewas, Pasutri Terancam 15 Tahun Bui

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Cibinong–Ayah dan ibunda, Yeol Ghi Nichiardo (3), harus terunduk lesu di hadapan kamera wartawan, Senin (28/11) lalu. Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor Bogor menetapkan (pasutri) itu jadi tersangka.

Keduannya terbukti tega menganiya anaknya hingga meregang nyawa.

“Dari hasil penyidikan terungkap bahwa adanya perbuatan kekerasan yang dilakukan oleh Orang Tua Korban, dengan adanya hal tersebut Unit PPA Reskrim Polres Bogor menetapkan Kedua Pasangan Suami Istri tersebut sebagai tersangka,” ujar Kepala Kepolisian Resor Bogor AKBP Andi Moch Dicky di Mapolres.

Didampingi Kasat Reskrim, Kanit PPA, dan Kassubag Humas, Dicky menjelaskan perkara kasus penganiayaan terhadap anak dibawah umur.

Kata dia, motif pasutri tega menganiyaya akibat kesal lantaran tekanan Ekonomi. Hal itu membuat putra semata wayangnya menjadi pelampiasan emosi mereka.

Menurut dari keterangan saksi. Kapolres menjelaskan, tetangga pelaku sering mendengar suara tangisan anak laki-laki yang berasal dari Rumah Korban. Dua sejoli ini tinggal di sebuah rumah petakan atau kontrakan di Kampung Momonot RT 02/11 Desa Tlajung Udik, Kecamatan Gunungputri.

“Para saksi tidak mengetahui bahwa itu tangisan dari hasil penyiksaan karena Korban jarang terlihat keluar dari Rumah,” jelas Dicky.

Setelah menangkap keduannya, Unit PPA Polres Bogor menaikan status penyelidikan menjadi penyidikan. Meski kedua orang tuanya sudah menjalani proses hukum, namun Yeol Ghi Nichiardo tidak bisa diselamatkan.

Akibar menahan sakit dideritanya, pada Hari Kamis 24 november balita manis tersebut menghembuskan Nafas terakhirnya di RS Sentra Media Cibinong (RS SMC).

“Akibat luka yang cukup parah, anak pelaku tidak bisa diselamatkan meski mendapatkan penanganan medis. Korban cuma bertahan satu hari di rumah sakit, kemudian meninggal dunia,” tutur Dicky.

Atas Perbuatannya, kini pasangan suami istri tersebut harus mendekam di dalam Jeruji Besi Polres Bogor.

Kedua Tersangka dijerat dengan Pasal 80 ayat (2) dan ayat (3) UU No 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan atau Pasal 44 Ayat (3) dan Ayat (4) UU No 23 Tahun 2004 Tentang Penghapusan kekerasan dalam Rumah Tangga serta Pasal 64 KUHP.

“Hukuman ancamannya 15 tahun Penjara,” tegas Kapolres. (rp1/dil/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top