Mabuk, Istri dan Mertua Jadi “Tumbal” – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Mabuk, Istri dan Mertua Jadi “Tumbal”

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Denpasar–Minuman Tuak, Mengwi benar-benar membuat I Wayan Purnayasa, 30, lepas kontrol. Diduga karena ada masalah kecil dalam rumah tangga, sang istri, Ni Putu Sunantri, 30, Nyaris dibunuh dengan pisau dapur.

Mertua, Ni Nyoman Sulatri, 61, yang bermaksud melerai keributan itu justru menjadi tumbal. Keduanya saling rebutan pisau dengan sang menantu itu justu diduga melukai dirinya sendiri hingga tewas ditempat, persis di halaman depan rumah, Banjar Delod Bale Agung, Mengwi Badung, pada Rabu malam kemarin (23/11) pukul 22.00.

Kini jasad korban berada di ruang jenasah RSUD Badung, sementara diduga Pelaku sudah diamankan di Mapolsek Mengwi.

Informasi yang dihimpun Bali Express (Jawa Pos Grup), Kamis siang kemarin (24/11) di lingkungan Polsek Mengwi menyatakan bahwa berdasarkan keterangan warga, kejadian tersebut berlangsung ketika menantu korban yang bekerja sebagai sopir Freeland dibilangan Kuta ini pulang dalam keadaan tak sadarkan diri (mabok berat usai persta tuak), di salah satu warung kawasan Mengwi bersama teman-tem.

Setelah itu terjadi pertengkaran dengan sang istri. Di mana, ia marah sambil teriak-teriak dan mengeluarkan kata kasar. Bahkan pria yang berstatus nyentana (kawin masuk) itu pun mengambil sebilah pisau dan menantang istri dan keluarganya “Mai nyen ane bani ngelawan cang, mai pesu ke malun cang,” tutur sumber mengutip keterangan saksi-saksi dengam bahasa Bali yang berarti “Sini, siapa yang mau melawan aku keluar dan maju ke hadapan saya.”

Lanjut, hampir 15 menit terduga pelaku rebut-ribut di halaman dan tak ada yang menanggapi, ia kemudian menendang sepeda motor dan memecahkan kaca jendela kamar milik istrinya itu. Setelah melakukan hak tersebut, sang istri pun keluar lalu memintanya agar jangan ribut-ribuk lagi karena mengganggu tetangga yang sudah pada tidur.

Pria sapaan Yan ini pun terus Komat kamit memarahi istrinya. Mengetahui hal itu, sang mertua Ni Nyoman Sulatri (korban) bersama suaminya Ketut Karma 65, ikut keluar dari dalam rumah untuk menenangkan sang suami dari anak terkasih semata wayang mereka.

Kedatangan mertua membuat terduga pelaku itu sedikit tenang walapaun kondisinya sangat sempoyongan. Karena semakin lemas, Wayan terlihat membungkuk ke tamah.

Melihat kondisi itu, sang ibu korban langsung mengambil pisau dari tangan Wayan Putnayasa. Diduga karena Wayan kekah tidak melepas pisau akhirnya sang mertua merampas dengan paksa dan saling rebut sementara, pisau masih ditangan menantunya. Akhirnya pisau itu diduga tak sengaja melukai tangan sang mertua tepatnya melukai ibu jari tangan kanan.

Pisau pun akhirnya terlepas dari gemgaman si peminum mabok itu. Kata sumber menurut keterangan saksi-saksi, pisau ini lalu di bawa ke dapur oleh sang ibu mertua (korban).

Tak hanya di situ, diduga tak kuasa melihat darah yang terus menetes dari tangannya itu, Ni Nyoman Sulatri memilih duduk di teras dan akhirnya, menurut saksi, korban diduk di teras balai delod lalu terjatuh dan mengeluarkan buih dari mulut. Anggota polisi ini mengaku, pasca kejadian terdapat kesimpang siuran keterangan. Di mana, beberapa saksi mengaku sempat terjadi peluk-pelukan antara terduga pelaku dan korban saat korban hendak mengambil pisau. Dan tanpa sengaja pisau tertancap dan melukai tangan korban.

Ada pula yang mengaku bahwa korban mengambil pisau saat sang sopir taksi (terduga pelaku, red) itu sudah dalam kondisi terkapar karena kondisi korban parah (sangat mabuk). Selain itu, ada yang sebut bahwa Wayan Sempat membanting korban saat korban di gendong usai saling merampas pisau di rampas. “Sempai saat ini kita belum menerima laporan” tambah sumber.

Sementara itu, Kanit Reskrim mengatakan “Benar adanya peristiwa tersebut hanya kita belum bisa memastika penyebab kematian korban. Apakah karena sakit atau pembunuhan pasalnya sampai saat ini belum ada lapora. Namun untuk meredam situasi, kita amankan terduga pelaku yang kondisinya masih mabuk sampai saat ini.”

Pun, karena terjadi peristiwa yang melatarbelakangi keributan dan perampasan pisau lelu mengenai tangan korban yang mengakibatkan hilang nyawa orang membuat Polisi tetap mengamankan I Wayan Purnayasa yang berstatus terduga pelaku.

“Motif keributan saja kita belum tau. Benar katanya ada luka goresan pada ibu jari namun sebelum tewas korban diketahui jatuh dan keluarkan busa dari mulut, karena itu kita juga masih tunggu hasil fisum. Sabar ya rekan media. Intinya kita masih dalami masalah tersebut,” katanya.(JPG/dre/fri/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top