Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Ditahan – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Tersangka Korupsi Proyek Irigasi Ditahan

KOLAKAPOS, Majene–Kejaksaan Negeri (Kejari) Majene rupanya tidak main-main dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi. Terbukti, Kejari telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus proyek irigasi dan pengadaan pompa air hydram di Desa Kayuangin, Kecamatan Malunda tahun 2009 lalu.

Sebelumnya, Badan Pemeriksa Keuangan Pembangunan (BPKP) wilayah Sulbar menemukan adanya kerugian negara dalam proyek irigasi senilai Rp970 juta lebih.

Sehingga hasil temuan ini ditindaklanjuti Kejari Majene dan menetapkan tiga tersangka masing-masing, AS sebagai PPK, CH sebagai konsultan dan EW adalah rekanan pelaksana proyek. Kedua tersangka ini langsung ditahan di Rutan Kelas II B Majene.

Demikian disampaikan Kasi Intel Kejari Majene, Muh. Ichsan Husni, SH, Rabu, 23 November. Menurutnya, penahanan ketiga tersangka ini karena dinilai sudah cukup bukti yang menguatkan. Sedangkan, CH, dan EW langsung ditahan dikhawatirkan akan melarikan diri. Sementara AS dianggap kooperatif, sehingga tidak ditahan hanya sebagai wajib lapor.

“Kedua tersangka itu langsung ditahan. Sebab selama ini kurang kooperatif. Beberapa kali dipanggil tidak mau hadir dalam pemeriksaan. Sehingga pertimbangan itu yang menjadi dasar untuk ditahan,” kata Ichsan.

Hal yang sama juga dikatakan, Kasi Pidsus Kejari Majene Rizal Faharuddin. Ia menyebutkan, kasus Hydram merupakan langkah lanjutan setelah status ketiganya meningkat dari saksi menjadi tersangka. “Berdasarkan perhitungan BPKP Sulbar, ditemukan kerugian negara sebesar Rp970 lebih juta, kemudian untuk ketiga tersangkanya dari pihak pengawas berinisial CH, pelaksana proyek EW dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) AS,” jelas Rizal.

Selanjutnya kata Rizal, penanganan kasus tersebut akan dilakukan pemberkasan melalui penyidik untuk diserahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Majene. Setelah dinyatakan lengkap, langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) di Pengadilan Negeri Mamuju untuk segera disidangkan. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top