Gubernur Jamin Proyek KA Berlanjut – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Gubernur Jamin Proyek KA Berlanjut

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, PareparePemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, memastikan pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi jalur Makassar-Kota Parepare tetap berjalan di tahun 2017. Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, Rabu, 23 November, mengatakan, semua program pembangunan yang telah dicanangkan tetap berjalan dengan baik seperti program pendidikan gratis dan rel kereta api.

“Pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi dari Makassar ke Kota Parepare, tetap dilanjutkan dan segera terealisasi. Semuanya masih berjalan,” katanya.

Pemerintah pusat telah menganggarkan pembangunan rel kereta api Makassar-Parepare melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Anggaran rel kereta api itu sebesar Rp52 triliun.

“Pembangunannya disesuaikan kemampuan keuangan negara. Anggaranya itu mencapai Rp52 triliun,” katanya.

Sementara itu, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Parepare mengukur ulang lahan yang akan dijadikan jalur pembangunan rel kereta api. BPN berencana mengukur lahan jalur KA pekan depan. Pemilik lahan wajib hadir saat tanahnya diukur.

Kepala Seksi Hak Tanah dan Pendaftaran BPN Kota Parepare Zainal Abidin yang ditemui di ruang kerjanya, Rabu, 23 November, mengatakan, pengukuran dilakukan setelah sosialisasi bersama pemilik lahan.

“Saat lahan KA diukur, pemilik lahan harus hadir. Selain itu, pemilik wajib membawa bukti kepemilikan seperti sertifikat, PBB, hibah dan lainnya. Dokumen itu, ditunjukkan saat akan dilakukan pengukuran,” katanya.

Jalur kereta api di Kota Parepare melintasi sedikitnya empat kecamatan dan 6 kelurahan sepanjang 11 kilometer dan lebar 50 meter. Jadwal pengukuran belum ada yang ditetapkan, tapi dalam waktu dekat.

“Minggu depan kita akan turun melakukan pengukuran. Kita akan sampaikan kepada setiap lurah untuk mengumpulkan warga atau pemilik lahan,” jelasnya.
Menurutnya, harga dan jadwal pembayaran tanah bukan kewenangan BPN. Ditentukan tim apresial. “Itu bukan wewenang kami dan itu bukan tanggung jawab kami. Ada tim yang akan menentukan harganya dan jadwal pembayarannya,”katanya.

Pengukuran tanah akan dijadikan dasar menentukan harga tanah. Semua kelengkapan tanah wajib disiapkan pemilik lahan. Selain pengukuran lahan juga didata bangunan serta tanaman di atasnya.

Camat Bacukiki Barat Andi Erwin Pallawa Rukka, mendukung rencana pemerintah membangun rel kereta api. Menurutnya, kehadiran transportasi kereta api meningkatkan perekonomian warga Kota Parepare.

Saat ini, kata mantan Camat Bacukiki ini, sedang dilakukan sosialisasi kepada warga yang memiliki lahan terdampak terhadap pembangunan rel kereta api.
“Hari ini (kemarin), sudah dilakukan sosialisasi kepada pemilik lahan di wilayah Bacukiki Barat yakni Kelurahan Lumpue dan Bumi Harapan,” katanya.

Minggu, 5 Juni 2016, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla (JK) melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Barru dalam rangka meninjau perkembangan pembangunan Rel Kereta Api Trans Sulawesi, di Kelurahan Lalolang, Pekkae, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru.

Saat itu, Wapres JK berharap, pembangunan rel kereta api Trans Sulawesi ini dapat diselesaikan tepat waktu. Menurutnya, pembangunan rel kereta ini menjadi prioritas utama karena dibutuhkan untuk mengefisienkan angkutan logistik di Sulawesi Selatan, serta untuk meningkatkan percepatan pembangunan di Sulawesi Selatan. Sementara itu PKK Dirjen Perkeretaapian, Hendrik mengemukakan, saat ini belum ada tambahan anggaran untuk penambahan pembangunan rel kereta, malahan ada pemotongan anggaran dari Rp270 miliar menjadi Rp200 miliar.

Tahun ini, ada tiga jembatan, satu underpass serta satu flyover yang ada di Pekkae ini, badan jalan 16 km sementara rel yang terpasang tahun ini 14,8 km.

“Kami berharap segala kendala yang ada perihal kelanjutan pembangunan rel kereta api ini dapat diselesaikan secepatnya, semua pihak yang terkait dapat terus bersinergi sehingga hambatan apapun itu dapat kita cari solusinya” katanya.

Sebelumnya, 8 Oktober 2016, dikabarkan bahwa pembangunan rel kereta api dihentikan karena tidak ada aktivitas di lokasi proyek.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Barru, Abu Bakar, mengaku belum bisa memastikan penghentian proses pekerjaan proyek pembangunan rel kereta api trans Sulawesi yang saat ini sudah tidak ada aktivitas pekerjaan di Barru.

“Saya tidak tahu pasti apa penyebabnya karena itu dikerjakan Provinsi (Sulsel) dan Kementerian,” ujar Abu Bakar.

Abu Bakar juga menjelaskan, anggaran yang digunakan untuk pembangunan tersebut murni APBN. Saat itu, Abu Bakar, belum memastikan kapan pembangunan rela kereta api di Barru dilanjutkan.

Selain pembangunan rel kereta api, kata Gubernur program pendidikan gratis juga tetap berjalan. Pendidikan gratis, telah dicanangkan Presiden Jokowi Widodo. Saat ini, berjalan sesuai dengan aturan.

“Program pendidikan belum sempurna. Tapi, semua sudah berjalan, mulai SD, SMP, SMA bahkan masuk pada perguruan tinggi, tentu saja hal ini masih proses, tidak ada sempurna,” singkatnya. “Semuanya masih berjalan, mengenai anggarannya disesuaikan kemampuan keuangan negara,” ujarnya. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top