Pengadaan Perahu Bermesin Disoal – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pengadaan Perahu Bermesin Disoal

Net/ilustrasi

KOLAKAPOS, Parepare–Pengadaan perahu bermesin pada Dinas Pertanian, Kehutanan, Perikanan, dan Kelautan (PKPK) dengan nilai pagu anggaran Rp780 juta lebih, yang sementara berjalan mulai disoal. Pasalnya, keabsahan berkas atau dokumen saat ditender ulang pada Unit Layanan Pengadaan diduga bermasalah.

Hal tersebut diungkapkan Wakil Direktur CV Rusni Jaya Mandiri, H Madong di Warkop 588, kemarin. Dia mengaku dirugikan saat dilakukan tender, baik tender pertama maupun tender ulang, apalagi saat tender pertama ia mengklaim jika syarat penawarannya telah memenuhi syarat, tapi digugurkan oleh pokja ULP saat itu. “Yang saya pertanyakan keabsahan berkas dokumen saat tender ulang pada pengadaan 33 unit perahu bermesin itu,” bebernya. Madong pun siap menempuh jalur hukum untuk mempermasalahkan proses pengadaan yang sementara berjalan ini. “Saya punya rekaman, termasuk data-data pendukung lainnya saat tender berjalan yang akan menjadi alat bukti untuk dilaporkan ke penegak hukum,” jelasnya.

PPK pengadaan perahu Dinas PKPK Parepare, Hapsa Bone yang dihubungi terpisah mengaku, sejumlah pihak yang mempertanyakan keabsahan berkas pengadaan perahu bermesin bantuan kelompok nelayan tersebut. Namun, menurut dia, keabsahan berkasa bukan tanggungjawab PPK, karena PPK hanya menerima hasil keputusan pemenang yang dikeluarkan oleh ULP. “Saya tidak tau menahu soal itu. Yang pastinya saya serahkan semua kepada ULP. Dan berkas dari ULP itu, saya hanya periksa dan kroscek apakah sesuai dengan perencanaan atau tidak,” ungkapnya.

Hapsa pun mengaku, semua berkas dari ULP, tidak ada masalah dan semua lengkap sesuai spesifikasi.”Setelah saya cek, berkasnya lengkap dan semua sesuai dengan speksifikasi. Maka saya buatkan surat pengadaan penggunaan barang dan jasa dan kontrak untuk disetujui dengan pihak pemenang tender,” jelas Hapsa. Dia menyebutkan, pengadaan perahu bermesin tersebut untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakt nelayan.”Kami hanya ingin melihat masyarkat nelayan itu sejahtera dengan adanya bantuan perahu itu,” harapnya. Dia menyebutkan pekerjaan perahu tersebut dilakukan di luar daerah. “Pekerjaannya dilakukan di luar daerah, karena kalau di Parepare itu akan rancu, apalagi pekerjaan sementara berjalan,” tandas Hapsa. (parepos/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top