150 Pasangan akan Isbat Nikah di Tahun 2017 – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

150 Pasangan akan Isbat Nikah di Tahun 2017

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Parepare–Program Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare terkait isbat nikah mulai berjalan tahun 2017. Sekitar 150 pasangan akan mengikuti isbat nikah yang rencananya akan digelar pada Februari, tahun depan.

Isbat nikah untuk mendapatkan akta nikah sebagai bukti sahnya perkawinan didasarkan pada Undang-undang No I Tahun 1974 Pasal 2 Ayat (1) Perkawinan adalah sah, apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. (2) Tiap-tiap perkawinan dicatat menurut peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hal tersebut terungkap dalam rapat membahas isbat nikah di Kantor Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil), Selasa, 22 November. Rapat tersebut dihadiri para perwakilan Kantor Urusan Agama (KUA) dalam wilayah Parepare, Kementerian Agama dan Pengadilan Agama. Kepala Disdukcapil Kota Parepare, H Amram Ambar mengatakan, kegiatan isbat nikah merupakan program Pemkot Parepare yang bertujuan meningkatkan akses terhadap pelayanan terpadu di bidang hukum serta membantu masyarakat yang tidak mampu dalam memperoleh hak identitas hukum seperti buku nikah, dan akta kelahiran yang dilakukan dengan sederhana, cepat dan biaya ringan. “Kegiatan tersebut adalah kepedulian Pak Walikota kepada masyarakat yang belum mendapatkan pengakuan atas pernikahan yang dilakukan untuk mendapatkan buku nikah,” jelasnnya. Amram menambahkan, pertemuan isbat nikah tersebut nantinya akan dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta program tersebut juga bertujuan bagai mana cara memberikan solusi agar biaya buku nikah sebanyak Rp600.000 ini bisa ditiadakan. “Program ini juga bagaimana bisa meniadakan uang buku nikah sebesar Rp600.000, karena setiap orang mau nikah pasti akan membayar Rp600.000,” katanya.
Kepala KUA Kecamatan Soreang, Hasan Basri mengatakan, rapat tersebut telah menyepakati sebanyak 150 pasangan akan ikut isbat nikah yang rencananya digelar pada Febuari 2017 di Kantor KUA. “Rapat ini juga membahas tentang bagaimana cara agar uang nikah sebanyak Rp600.000 itu bisa ditiadakan. Seksi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kota Parepare, H Ahmad Taufik Thair menambahkan, tiga instansi, yakni Disdukcapil, KUA dan Pengadilan Agama mendukung program tersebut berjalan dengan baik dan bermanfaat bagi masyarakat. “Kami berharap program pak walikota tersebut bisa berjalan dengan lancar,” tandasnya. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top