Jangan Termakan Isu ‘Rush Money’ – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Jangan Termakan Isu ‘Rush Money’

Net/Ilustrasi

Perbankan di Palopo Minta Nasabah Tak Terpengaruh

KOLAKAPOS, Palopo–BI dan OJK telah membahas isu rush money yang viral di media sosial. Pertemuan yang diikuti bareskrim mengambil suatu keputusan. Kesimpulannya rush money hanya isu. Perbankan sekarang ini dalam kondisi sehat. Jadi, uang nasabah di bank tetap aman. Makanya, perbankan di Kota Palopo meminta nasabahnya tetap tenang dan tidak terpengaruh ajakan rush money.

”Isu rush money di Jawa tak memberikan dampak yang begitu besar hingga ke Sulsel, khususnya Kota Palopo. Sejauh ini, tidak ada penarikan dana besar-besaran oleh nasabah,” tandas Kepala Bidang Layanan Bank BNI Cabang Palopo, Rahman Asbullah, Selasa 22 November 2016.

Ia mengatakan, isu rush money memang dinilai mengkhawatirkan bagi kalangan perbankan. Jika benar itu trejadi. Kemudian dilakukan secara massif, meski nasabah melakukan penarikan sebesar Rp2 juta. Namun, itu hanya terasa pada skala besar seperti ekonomi provinsi. ”Misalnya begini.

1 juta penduduk melakukan penarikan dana sebesar Rp2 juta. Berarti Rp2 triliun. Itu sangat besar,” tandasnya. Namun, kata dia, pihaknya yakin tidak akan sejauh itu terjadi. Karenanya, BNI Palopo mengharapkan aparat agar memberikan jaminan keamanan agar masyarakat tidak termakan isu seperti itu.

Sejumlah perbankan seperti BNI Cabang Palopo, Bank Sulselbar, dan Bank BRI Cabang Palopo, mengaku sejauh ini transaksi berjalan normal seperti biasanya. Itu menunjukkan kepercayaan masyarakat terhadap perbankan sangat baik di Kota Palopo ini. ”Bank di Palopo tidak terpengaruh isu rush money. Semuanya masih berjalan normal. Semoga begitu seterusnya,” tandas Idham, kepala bidang layanan bank Sulselbar Palopo.

Demikian halnya dengan bank BRI. Saat dikonfirmasi, ia mengatakan proses transaksi saat ini lancar dan aman. ”Kami tetap meminta kepada nasabah agar tidak terpengaruh dengan isu-isu tersebut,” kata BRI.

Pengamat Ekonomi asal STIEM Palopo, Halim Palatte, mengungkapkan tidak ada yang perlu ditakutkan dari isu rush money. Pasalnya, dana masyarakat di perbankan itu lebih aman dibanding di bawah bantal.

Apalagi, OJK sangat menjamin dana masyarakat tersebut. Berbeda kondisinya pada beberapa tahun lalu yang terjada pada sejumlah bank swasta. Dimana masyarakat banyak yang tidak percaya sehingga terjadi yang namanya rush money. ”Kondisi saat ini berbeda. Kepercayaan masyarakat masih tinggi terhadap perbankan,” jelasnya.

BACA JUGA: Raih Nilai Tes 80 127 Guru Peserta PLPG Belajar Keras
Hanya saja, dikatakan akademisi STIEM Palopo, perlu adanya jaminan keamanan untuk menepis isu isu tersebut. ”Itu dilakukan agar masyarakat tidak resah,” tandasnya.

Ada yang Ingin Kacaukan Perbankan Indonesia

Bareskrim Polri, Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rapat terbatas di markas Bareskrim Polri, kompleks Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gambir, Jakarta Pusat, Senin 21 November 2016. Ketiga instansi tersebut, membahas isu rush money yang belakangan ini viral di media sosial.

Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigjen Agung Setya menyatakan bahwa kondisi perbankan Indonesia masih dalam keadaan stabil dan aman. Menurutnya, informasi yang beredar itu tidak tepat dialamatkan pada waktu sekarang ini.

“Rush money ajakan yang tidak tepat karena kami telah melakukan rakor dengan OJK dan BI untuk melihat apakah isu ini menjadi positif atau negatif. Rush money adalah ajakan yang keliru terkait posisi dan kondisi perbankan kita yang sedang bagus-bagusnya,” ka?ta Agung di gedung Bareksrim Polri.
Karenanya, dia meminta masyarakat tidak termakan isu tersebut. Sebab, menurut Agung, justru penarikan uang di bank, akan mengakibatkan kerugian bagi nasabah.

“Kita tahu likuiditas bank berjalan dengan normal. Terkait rush money, BI sudah memastikan semuanya dalam kondisi yang normal. Kemudian dari OJK juga sudah memastikan bank sudah punya sistem yang baik,”? terang Agung.

Agung menegaskan, sejauh ini, perbankan Indonesia tetap dalam kondisi aman, meski menghadapi ancaman inflasi.

Karenanya, Agung meminta agar masyarakat tidak khawatir. Dia mengklaim, uang masyarakat akan aman di bank. “Isu rush money ini akan merugikan nasabah sendiri tidak perlu digubris. Tidak ada hal yang bisa disandingkan dengan apapun terkait dengan kondisi perbankan kita,” jelas dia.

Menurut Agung, isu rush money diembuskan orang tak bertanggung jawab jelang demonstrasi 2 Desember. ? Oknum-oknum itu, tambah Agung, menginginkan perekonomian Indonesia mengalami krisis.

“Kami tahu dari isu yang muncul dari medsos ini terkait gerakan 2 November. Hasil analisis kami, ada masyarakat yang memprovokasi. Memang ada pihak-pihak yang ingin mengacaukan sistem perbankan di Indonesia. Aksi provokasi,” jelas dia. (jpnn/ald/ary/palopo pos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top