Perbaikan Traffic Light Butuh Anggaran Besar – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Perbaikan Traffic Light Butuh Anggaran Besar

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Palopo–Sejumlah traffic light yang ada di Kota Palopo mengalami kerusakan mesin. Untuk itu, perbaikan sangat mendesak untuk dilakukan. Namun, hal tersebut terkendala anggaran yang dibutuhkan cukup besar.

Dari 13 traffic light di Kota Palopo satu diantaranya mengalami kerusakan berat yakni yang berada di simpang empat kantor BNI Cabang Palopo, di kawasan Jl Andi Djemma.

Untuk mengantisipasi kerusakannya, pihak Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) memindahkan mesin traffic light yang berada di Jalan Opu Tosappaile. Hal ini dikarenakan kawasan tersebut padat lalu lintasnya.

Demikian diungkapkan Kepala Dishubkominfo Kota Palopo, Baso Akhmad saat ditemui di ruang kerjanya, Senin 21 November 2016. Menurutnya, kawasan padat lalu lintas diprioritaskan. Konsekuensinya traffic light yang berada di Jalan Opu Tosappaile tidak berfungsi.

Baso Akhmad mengakui untuk melakukan penggantian mesin dan pembenahan traffic light memerlukan anggaran yang cukup besar yakni mencapai Rp35 juta per traffic light.

BACA JUGA: Ramadan, 20 Personil Pantau THM dan Rumah Bernyanyi
“Dana tersebut tidak dianggarkan dalam APBD tetapi kami akan menghadap langsung kepada Bapak Wali Kota agar dapat nantinya dapat dianggarkan,” ucapnya.

Dari 13 traffic light di Kota Palopo ada beberapa yang mendesak untuk diganti karena mesinnya terbilang sudah tua. Adapun titik-titik traffic light yang paling diprioritaskan untuk dibenahi yakni Jalan Andi Djemma depan Telkom dan di simpang empat Masjid Jami Tua.

Adapun yang mendesak untuk dilakukan pemasangan traffic light baru yang dinilai kawasan padat lalu lintas yakni pertigaan Jalan Malaja dan simpang empat Jalan Kelapa.
“Kami akan mengupayakan pemasangan traffic light karena lalu lintas di Kota Palopo sudah semakin padat,” jelasnya.

Sedangkan untuk perbaikan dan pembenahan Diahubkominfo bekerjasama dengan siswa dan guru SMKN 2 Palopo. Pasalnya, sebelumnya jika ada kerusakan Dishubkominfo bersurat ke Provinsi untuk melakukan pembenahan, padahal masih bisa ditangani oleh tekhnisi di Kota Palopo.

“Kalau hanya korslet dan penggantian lampu masih bisa ditangani oleh siswa SMK. Namun jika kerusakan pada mesin itu sudah tak bisa lagi ditangani butuh penggantian dan biaya yang besar,” tandasnya.(palopo pos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top