Diusir, Suami Parangi Istri dan Anak – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Diusir, Suami Parangi Istri dan Anak

KOLAKAPOS, Gowa–Akhir pekan kemarin di Dusun Pakkeng, Desa Mamampang, Kecamatan Tombolopao, Kabupaten Gowa. Suasana yang semula hening berubah menjadi ramai.
Seorang warga setempat bernama Muhiddin (40) tega berbuat sadis. Ia sampai hati melukai dua orang terdekatnya dengan sebilah senjata tajam. Istri dan anak diparanginya hanya gegara persoalan sepele.
Naharia (39) dan putrinya, Nurhikmawati (14) dianiaya menggunakan sajam setelah Muhiddin tersinggung karena diusir. Akibatnya, Naharia menderita luka serius pada bahu kanan dan lengan kanan. Sedangkan Nurhikmawati mengalami luka pada tangan dan jari tangan sebelah kanan.
Peristiwa kekerasan dalam rumah tangga ini bermula Naharia menyuruh Muhiddin pulang ke rumah orangtuanya. Pernyataan ketus sang istri membuat pitam Muhiddin memuncak. Diapun mengambil parang, lalu menyerang istrinya dengan membabibuta.
Mendengar suara ribut-ribut, putri pasangan suami istri ini, Nurhikmawati pun terbangun. Ia langsung berlari ke arah munculnya suara-suara ribut dalam rumahnya.
Melihat ibunya diparangi oleh ayahnya, Nurhikmawati berusaha melerai. Namun sayang, parang yang dipegang ayahnya turut menyabet tangan kanan dan melukai jari-jarinya.
Di saat pelaku hendak memarangi istrinya yang ketiga kalinya, keluarga Muhiddin bernama Umar datang. Ia membantu memegang kuat pelaku, serta merampas parang dari tangannya. Peristiwa berdarah di dinihari itupun mengundang para tetangga berdatangan.
Tidak lama berselang, anggota Polsek Tombolopao datang dan mengamankan tersangka beserta barang bukti. Muhiddin kemudian digiring ke Mapolsek Tombolopao dan dijebloskan ke dalam sel tahanan. Sementara kedua korban dilarikan ke Puskesmas Tamaona untuk mendapatkan pertolongan.
Kasubag Humas Polres Gowa, AKP Mangatas Tambunan, kemarin mengkonfirmasi kebenaran peristiwa ini. ”Kasusnya sementara ditangani. Pelaku sudah diamankan. Kedua korban menjalani perawatan di puskesmas,” ujarnya.
Pihak kepolisian, kata Mangatas, akan mengusut apa yang menjadi motif pelaku sehingga nekat memarangi istri dan anaknya itu. Namun informasi yang diperoleh polisi, peristiwa tersebut dipicu oleh ketersinggungan pelaku yang diusir oleh istrinya.
Pihak keluarga, menurut Umar yang dihubungi terpisah, tidak pernah menyangka Muhiddin akan berbuat setega itu. ”Kami tidak tahu apa penyebab awalnya. Yang jelas, saya yang ada di tempat melihat dia akan memarangi lagi istrinya. Saya lihat anaknya juga terluka karena diparangi,” kata Umar. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top