Petani Bombana Keluhkan Fasilitas Alat Pertanian Minim – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Petani Bombana Keluhkan Fasilitas Alat Pertanian Minim

Suasana pertemuan Pj Bupati dan petani Bombana.FOTO:Haliqfat/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Rumbia–Kelompok tani Tompobulu kecamatan Poleang Utara Kabupaten Bombana mengeluhkan minimnya perhatian Pemerintah kabupaten terkait bantuan alat pertanian hortikutura. Pasalnya, minimnya fasilitas alat pertanian, kelompok tani yang ada di desa masih menggunakan cara tradisional atau sistem manual,sehingga kemampuan untuk mengelolah lahan sifatnya terbatas.

Hal tersebut di ungkapkan oleh salah satu perwakilan kelompok tani yakni Parman di hadapan Pj Bupati Bombana Sitti Saleha saat menghadiri panen raya Cabe Rawit,Sabtu kemarin.

Ia menambahkan,bahwa pengelohan lahan untuk tanaman hortikultural yang ada saat ini hanya 22 ha saja, terdiri dari berbagai jenis tanaman diantaranya cabe rawit,sawi,kancang panjang,terong hingga tomat,melihat kondisi tersebut kata Parman tentu hanya dapat mengisi kebutuhan rumah tangga saja dan kegiatan ini sudah berlangsung dua tahun.

Kata Parman,tentu ini tidak dapat meningkatkan ekonomi masyarakat desa,”kami minta supaya ini menjadi perhatian serius agar pemerintah dapat memenuhi kebutuhan pertanian kami,selama ini kami hanya menggunakan alat seadanya saja,”ungkapnya

Menanggapi hal tersebut, Di hadapan pj bupati beserta kadis Pertanian Perkebunan Peternakan dan Hultikultura,kepala BP4K dan beberapa stekhoulder lainnya,Parman menjelaskan bahwa kebutuhan alat petani untuk mengelolah lahan yang kurang lebih 200 Ha ini yakni alat berupa Bajarotari dan kultifator,yang berfungsi untuk mengemburkan tanah dan membuat bedengan Perwakilan kelompok tani Mahendre itu optimis jika bantuan itu ada,otomatis kelompok tani yang ada di desa ini,tidak hanya memenuhi kebutuhan rumah tangga saja,akan tetapi mampu pula memenuhi kebutuhan lokal terkhususnya kebutuhan lokal kecamatan Poleang

Untuk massa panen misalnya cabe rawit di hasilkan hingga mencapai 500 kg sampai 1000 kg saja untuk 22 Ha dengan harga permintaan pasar 25 ribu perkilo gram,tentu hasil dari itu tidak mampu membiayai kebutuhan yang ada,sebab dalam pengelolaan sampai massa panen dengan lahan seluas 22 Ha sangat berisiko rugi pada kelompok tani

Lanjutnya untuk itu di butuhkan perluasan lahan,untuk mendongkrak kenaikan produksi hasil tanam,solusinya alat pertanian hultikultural

Sementara itu, Pj Bupati Bombana Sitti Saleha sangat mengapresiasi kerja keras dari kelompok tani,memang tidak di pungkuri Bombana merupakan lumbung padi terbesar di sulawesi tenggara,kebutuhan alat pertanian khususnya Hultikultural harus pula menjadi perhatian serius bagi pemerintah untuk menyelesaikan masalah tersebut agar kerja kelompok tani hortikultural yang ada di kabupaten Bombana terus berkelanjutan.

Apalagi sudah banyak perusahan luar yang melirik lahan di kabupaten Bombana untuk berinvestasi dalam mengembangkan usaha di bidang tanaman itu

“Singkat kata saya akan tetap memperhatikan keluhan kelompok tani ini,dan mengupayakan agar pemerintah daerah menganggarkan di APBD 2017 untuk bantuan alat pertanian Holtikultural ini,agar kelompok tani ini mampu bersaing dengan daerah lain dalam menciptakan produksi tanaman dan terus berkesinambungan,bahkan saya juga berharap kedepannya bupati yang terpilih dapat memperhatikan hal ini agar terjadi peningkatan produksi hasil tanaman hultikultural ini,”tuturnya. (k6/b)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top