Dua Pelaku Pembunuhan Berhasil Dibekuk – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM & KRIMINAL

Dua Pelaku Pembunuhan Berhasil Dibekuk

Para pelaku yang ditangkap Polda Sumut. Foto: pojoksatu/jpg

KOLAKAPOS, Medan–Kasus pembunuhan terhadap tauke barang bekas, Hendri atau Asiong akhirnya terungkap.

Dua dari tiga pelaku berhasil diringkus Polda Sumut. Kedua tersangka adalah Amsarudin S, 45, dan Usman Hakim, 50.

Kasus pembunuhan pada 17 Oktober lalu ini tergolong sadis. Sebab tubuh korban dipenuhi luka tusukan.

Jasadnya dimasukkan ke dalam goni lalu dibuang ke bawah jembatan Jembatan Paya Kambing, Ampolu, Kecamatan Sosa, Padanglawas (Palas).

Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Nurfallah, mengatakan, pelaku pembunuhan ada tiga orang. Namun, baru dua yang ditangkap.

Keduanya adalah anak buah korban yang bertugas mengumpulkan barang bekas.

Menurut Nurfallah, kedua tersangka ditangkap dari lokasi terpisah. Pengungkapan kasus itu, bermula dari penemuan mayat tersebut. Oleh polisi, kemudian melakukan penyelidikan.

Upaya mereka disebut membuahkan hasil. “Tersangka Amsarudin ditangkap di rumahnya, Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar Riau,” ujar Nurfallah seperti diberitakan pojoksatu (Jawa Pos Group) hari ini.
Berdasarkan pengakuan Amsarudin, polisi menemukan petunjuk baru. Diperoleh tiga nama tersangka lainnya.

“Usman dan Yodi Putra (penadah barang-barang milik korban) juga berhasil kita tangkap. Satu lagi, yang merupakan eksekutor Erwinsyah alias Erwin masih dalam pengejaran,” tambah Nurfallah.

Kata Nurfallah, pembunuhan itu bermotif dendam. Sebab, tersangka sering dimarahi dan dimaki-maki. Selain itu, korban juga sering menjelek-jelekan orang tua pelaku.

Bermula dari itu, pelaku kemudian merencanakan mengahabisi nyawa korban.

Untuk memuluskan aksinya, pelaku mengajak tersangka Usman, Yudi Putra dan Erwin melakukan pembunuhan terhadap korban pada 8 Oktober 2016 lalu. Sayangnya, rencana itu gagal.

Lantaran gagal, para tersangka kembali melancarkan rencana dan mencobanya.

Tepat Sabtu (15/10) pukul 08.00 WIB, tersangka dan korban berjanji bertemu di Kedai Kopi Toss, Jalan Riau, Pekanbaru.

Kala itu, tersangka mengelabui korban kalau ada barang-barang bekas di PT Permata Hijau Sawit (PHS). Akhirnya, tersangka dan korban sepakat untuk berangkat melihat barang tersebut ke PT PHS.

Singkat cerita, ditengah perjalanan, tersangka Usman berpura-pura mengatakan ban mobil sebelah kiri yang mereka tumpangi kempes.

Usman pun meminta dongkrak kepada korban. Sementara Usman mencari alat untuk memukul korban.

Setelah mendapatkan alat itu, Erwin langsung memukulkan alat yang dipegangnya itu ke bagian belakang kepala korban.

Korban langsung tersungkur dan tewas di tempat. Selanjutnya, mayat korban dibuang di bawah Jembatan Payah Kambing, Kecamatan Sosa.

Usai membuang jasad korban, ketiga tersangka melanjutkan perjalanan ke Sibuhuan, Palas, untuk menemui Yodi Putra.

Kepada Yodi Putra mobil L300 milik korban dijual, pada Kamis (20/10).

Sementara Yodi Putra, ditangkap petugas dua hari setelah Amsarudin ditangkap petugas, pada Kamis (13/10) di Payakumbuh, Sumatera Barat.

Tersangka Usman Hakim ditangkap pada Senin (14/11) di Bandara Sultan Syarif Kasim, Pekanbaru. (lay/ted/SP/ray/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top