Tenaga Honorer akan Diseleksi – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Tenaga Honorer akan Diseleksi

ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Tahun depan, Pemprov Sulsel sudah menjadi leading sektor dalam pengelolaan SMA/SMK sederajat yang sebelumnya dikelola pemerintah kabupaten/kota. Proses pengalihan kewenangan itu terus bergulir.

Dua agenda pokok yang dilakukan pemprov selama ini terkait rencana tersebut adalah melakukan verifikasi tenaga pendidik (guru) dan kependidikan dan aset yang dimiliki SMA/SMK.
Sejauh ini, verifikasi tenaga pendidik dan kependidikan berstatus PNS sudah rampung dan kepegawaiannya sudah dialihkan menjadi PNS Pemprov Sulsel.
Data hasil verifikasi yang telah dilakukan Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel, jumlah tenaga pendidik dan kependidikan SMA/SMK sebanyak sekitar 16 ribu orang.
Sementara untuk verifikasi dan pengalihan aset, hingga kini masih terus berproses.
Yang menjadi persoalan saat ini, kata Kepala Dinas Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, adalah terkait guru dan tenaga kependidikan berstatus honorer. Dari hasil verifikasi terdapat sekitar 160 ribu tenaga honorer baik itu guru maupun tenaga kependidikan.
“Jumlah honorer yang terdata hampir sama dengan jumlah PNS guru dan tenaga kependidikan yang telah dialihkan statusnya,” kata lelaki yang akrab disapa None itu.
Selama ini, lanjut mantan Kepala Badan Diklat Pemprov Sulsel itu, honorer yang terangkat ternyata melalui tiga kategori. Ada yang diangkat berdasarkan SK bupati/wali kota, berdasarkan SK kepala dinas pendidikan, serta berdasarkan SK kepala sekolah.
Para honorer tersebut, kata None, akan diklasifikasi dan dipilah-pilah tergantung kebutuhan riil setiap sekolah.
Besar kemungkinan, seluruh tenaga honorer yang ada tak bisa diakomodir secara keseluruhan mengingat anggaran yang dimiliki cukup terbatas.
“Jadi akan ditelaah nantinya berapa kebutuhan sebenarnya,” kata None.
Selain itu, keputusan terkait honorer nantinya juga akan tergantung pada kebijakan yang dikeluarkan Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Dia melanjutkan, ketika dilakukan telaah dan ternyata tenaga honorer yang dibutuhkan lebih kecil dari angka yang ada saat ini, salah satu langkah yang akan dilakukan adalah melakulan seleksi.
“Ada dalam pikiran saya, kalau pun jadi honorer dialihkan, kita akan seleksi. Sesuai standar yang kita miliki,” pungkas None.
Namun dia kembali buru-buru mengatakan, kalau melihat rasio antara siswa dan guru, maka tenaga honorer tetap dibutuhkan dalam jumlah yang besar.
Sebelumnya, Sekretaris Provinsi Sulsel, Abdul Latief mengemukakan, untuk tenaga honorer lingkup SMA/SMK, kecil kemungkinan bisa diakomodir seluruhnya mengingat anggaran yang dimiliki Pemprov Sulsel cukup terbatas. Terkait mekanisme honorer yang direkrut, diserahkan kepada instansi terkait. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top