UMK Makassar 2017 Ditetapkan Rp2,5 Juta – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

UMK Makassar 2017 Ditetapkan Rp2,5 Juta

Serikat Buruh Minta Rp3,8 Juta

KOLAKAPOS, Makassar–Upah Minimum Kota (UMK) Makassar tahun 2017 ditetapkan sebesar Rp2.504.500. Angka itu diputuskan dalam Rapat Pleno Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Makassar bersama Dewan Pengupahan Kota Makassar di d’Maleo Hotel Makassar, Kamis (10/11).
Kepala Disnaker Makassar, Andi Bukti Djufri, menyatakan, berdasarkan Pasal 44 ayat (1) dan ayat (2) PP Nomor 78 Tahun 2015, maka penetapan Upah Minimum Provinsi (UMP) dan UMK 2017 dilakukan dengan menggunakan formula perhitungan upah minimum.
Dari hasil perhitungan UMK yang menggunakan formula tersebut, maka upah minimum yang dihasilkan yakni sebesar Rp 2.504.499.
“Penetapan UMK 2017 ini harus sesuai dengan PP Nomor 78 Tahun 2015 tentang pengupahan dan merupakan hasil nilai rata-rata hasil survei Kebutuhan Hidup Layak (KHL) 2016,” kata Andi Bukti, Jumat (11/11).
Untuk diketahui, UMK Makassar di tahun 2016 ditetapkan sebesar Rp 2.313.625. Namun, nilai UMK Makassar tahun 2017 mendatang ditetapkan dan dibulatkan menjadi Rp 2.504.500. Jumlah tersebut ditetapkan berdasarkan hasil pembahasan dan kesepakatan dengan Dewan Pengupahan Kota Makassar.
“Dengan demikian, ditetapkan bahwa nilai UMK Kota Makassar 2017 yaitu Rp2.504.500 dan hasil penetapan ini selanjutnya akan kami sampaikan kepada Walikota Makassar kemudian diteruskan kepada Gubernur Sulsel,” jelasnya.
Sementara, Koordinator Umum Eksekutif Kota, Federasi Serikat Perjuangan Buruh Indonesia, Konfederasi Serikat Nusantara (EKSKOT-FSPBI-KSN), Armianto, yang menggelar aksi unjuk rasa terkait penetapan besaran UMK Kota Makassar 2017 tersebut, menuntut penetapan UMK Kota Makassar 2017 harus sesuai dengan kebutuhan rata-rata kebutuhan buruh berkeluarga dalam sebulan, yakni sekira Rp3,8 juta.
“UMK Makassar 2016, kenyataannya tidak berpengaruh dalam hal peningkatan kesejahteraan kaum buruh. Pasalnya dengan ditetapkannya UMK Makassar 2017 sebesar Rp 2.504.500, maka itu berarti upah tersebut hanya dapat digunakan untuk bertahan hidup,” jelas Armianto dalam orasinya. (fmc)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top