KPU Dinilai Lamban – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

KPU Dinilai Lamban

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Mamuju Utara–Tim Pasangan Calon (Paslon) Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Barat (Sulbar) mengkritik lambannya kinerja dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) di tiap daerah. Pasalnya, hampir berjalan sepekan lebih masa kampanye, namun alat peraga kampanye (APK) sebagai alat memperkenalkan tiap paslon kepada pemilih belum juga terpasang, seperti di Majene dan Mamuju Utara (Matra).

Di Matra misalnya, belum ada satupun APK terpasang mulai dari perbatasan kecamatan sampai Ibu Kota Pasangkayu, bahkan belum ada keterangan resmi dari pihak penyelenggara di daerah tersebut. Sedangkan, menurut informasi APK dan bahan kampanye lainnya telah ada di KPU Matra sebelum rapat pleno penetapan Daftar Pemilih Sementara (DPS) dilaksanakan.

Tim pemenangan pasangan nomor urut 2 Salim-Hasan, H Syaifuddin Andi Baso yang juga merupakan Sekretaris Golkar Matra mengaku merasa dirugikan dengan lambannya pihak KPU mensosialisasikan tiap paslon. Terlebih, tahapan kampanye dan sosialisasi telah berjalan. “Saya hitung sejak dimulainya tahapan kampanye hingga saat ini, APK belum juga terpasang. Kami telah berkeliling melakukan pemantauan, namun tak satupun APK dari ketiga paslon terpasang,”ungkapnya, Senin 7 November, kemarin.

Lambannya pemasangan APK oleh KPU, kata Ketua Komisi III DPRD Matra, patut dipertanyakan terlebih anggaran yang digunakan lumayan besar dan tidak berbanding lurus dengan kinerja. “Kami
menaruh curiga terhadap pihak penyelenggara dan rekanan yang memenangkan tender APK. Olehnya itu, kami harap agar KPU dapat bekerja profesional dan mematuhi aturan serta segera memasang APK tersebut,”tegasnya.

Kejadian serupa juga terjadi di Kabupaten Majene, KPU baru memulai pendistribusian APK untuk tingkat desa dan kelurahan dengan lokasi yang telah ditentukan. Tim paslon pun telah menyampaikan protes soal keterlambatan pemasangan APK karena dianggap merugikan. Bukan hanya itu, tim paslon juga menilai jika jumlah APK yang mulai didistribusikan mulai dari desa, kecamatan hingga kabupaten masih sangat kurang.

Juru bicara paslon urut satu SDK-Kalma, Syamsul Samad dengan tegas mempertanyakan kinerja KPU karena tidak tepat waktu dalam menjalankan tahapan. KPU Sulbar, lanjut Syamsul, seharusnya sudah memasang APK paling lambat hari pertama kampanye digelar pada 28 Oktober 2016.

Senada diungkapkan, anggota tim sukses paslon nomor urut dua, Salim-Hasan, Rahman dimana menyebutkan, distribusi APK menjadi tanggung jawab dari masing-masing KPU ditiap daerah atau kabupaten. Hanya saja, ada kesepakatan yang seharusnya menjadi pekerjaan KPU justru dilemparkan ke tim kandidat. “Pelibatan calon untuk memasang APK justru bisa mengundang konflik antar pendukung calon,”jelasnya.

Ketua tim hukum calon urut tiga ABM-Enny, Hatta Kainang mengingatkan agar KPU bekerja profesional dan mengikuti tahapan pilkada yang telah ditetapkan. Semestinya, ujar Hatta, KPU menjelaskan, kepada calon dan publik terkait lambatnya pendistribusian APK tersebut.

Terkait kondisi tersebut, KPU Sulbar berkelit jika keterlambatan pendistribusian dan pemasangan APK terjadi karena surat keputusan (SK) dari Gubernur Sulbar untuk lokasi pemasangan APK terlambat diterima serta persoalan kondisi geografis. Sebanyak 1.296 APK akan dipasang di 648 titik yang tersebar di enam kabupaten, artinya di setiap titik KPU akan memasang masing-masing 2 APK pasangan calon (Paslon). Anggota KPU Divisi Umum dan Logistik, Nurdin Pasokkori membenarkan jika persoalan geografis menjadi kendala bagi penyelenggara di tingkat bawah. Meski begitu, ia memastikan pihaknya terus mengupayakan untuk mengatasi itu. Selain terkendala kondisi wilayah, kendala lainnya adalah persoalan koordinasi masing-masing tim pasangan calon dengan pihak KPU.

Dari data yang dihimpun, total APK yang disiapkan KPU untuk baliho sebanyak lima lembar perkabupaten, spanduk sebanyak 1.994 lembar ditiap desa, dan khusus yang dibuat calon sebanyak tujuh buah ditiap kabupaten. Adapun bahan kampanye selebaran berupa flyer sebanyak 400.000 dan poster 400.000 lembar. Tender pengadaan APK senilai Rp9,13 Miliar yang dimenangkan oleh PT Adi Perkasa Makassar. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top