Bolos, 15 Siswa Kedapatan Isap Sabu di Belakang Sekolah – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Bolos, 15 Siswa Kedapatan Isap Sabu di Belakang Sekolah

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Nama Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Makassar kembali tercoreng. Sebanyak 15 siswanya yang membolos kedapatan hendak pesta sabu di belakang sekolah. Satu diantaranya positif mengonsumsi narkoba.
Kejadian ini menambah deretan masalah yang terjadi di sekolah ini. Sebelumnya, seorang siswa bersama orang tuanya memukul salah seorang guru bernama Dasrul. Kasus yang mendudukkan orang tua siswa sebagai terdakwa, kini dalam proses persidangan di Pengadilan Negeri Makassar.
Keberadaan 15 siswa yang membolos dan sedang berkumpul di belakang sekolah diketahui oleh pihak sekolah pada pagi hari, Senin (7/11) lalu. Mereka tidak ikut upacara.
Pihak sekolah kemudian menindaklanjuti dengan menghubungi Badan Narkotika Kota (BNK) Makassar, Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate. Tidak lama kemudian, sekitar pukul 09.00 Wita, petugas datang dan langsung memblokade lokasi tempat berkumpulnya para siswa.
Penggeledahan pun dilakukan. Hasilnya, petugas menemukan barang bukti berupa satu alat isap sabu alias bong.
Security SMKN 2 Makassar, Arisandi (33), awalnya melihat belasan siswa sedang berkumpul. Karena curiga, diapun kemudian melapor ke pihak sekolah.
”Saya melihat ada belasan siswa yang berkumpul di belakang sekolah. Keberadaan mereka kemudian saya laporkan ke pihak sekolah. Selanjutnya, pihak sekolah menghubungi pihak BNK dan kepolisian lalu dilakukan penggerebekan,” jelas Arisandi.
Mahmud (51), seorang guru kelistrikan SMKN 2 mengaku, dirinya pertama kali mendapat informasi belasan siswa yang membolos. Mereka tidak mengikuti upacara dan berkumpul di belakang sekolah.
”Saya awalnya mendapat informasi dari siswa lain jika belasan temannya berkumpul di belakang sekolah. Saya kemudian mengeceknya di belakang sekolah. Betul, ternyata banyak siswa yang membolos dan tidak ikut upacara,” jelas Mahmud.
Di lokasi, Mahmud menemukan sebuah botol minuman merek Floridina yang dijadikan wadah untuk alat isap sabu. Diapun kemudian menyampaikan hal itu ke kepala sekolah.
”Setelah menemukan alat isap sabu itu, saya kemudian menyampaikan ke kepala sekolah. Selanjutnya kepsek berinisiatif menghubungi pihak BNK dan kepolisian,” terangnya.
Kepala SMKN 2, Chaidir Madja membenarkan adanya penggerebekan yang dilakukan petugas terhadap belasan siswanya yang membolos. Mereka kemudian menjalani tes urine yang dilakukan petugas BNK Makassar.
”Ada 15 orang siswa yang berada di lokasi saat dilakukan penggerebekan. Mereka berkumpul di belakang sekolah. Petugas mendapatkan barang bukti berupa satu alat isap di lokasi. Selanjutnya dilakukan tes urine. Satu diantaranya positif mengonsumsi narkoba,” terang Chaidir Madja, sambil menyebut nama siswa berinisial MR itu.
Pihak sekolah, tambah Chaidir, masih menunggu hasil resmi dari tes urine 15 siswa yang digerebek. Diapun berjanji akan memberikan sanksi tegas terhadap siswanya yang terbukti mengonsumsi sabu.
”Yang pasti akan diberikan sanksi. Hanya saja, sanksi itu berdasarkan tata tertib sekolah. Kita lihat hasil pemeriksaan BNK dulu dan mengecek riwayat kesehatan MR. Apakah dia sudah lama menggunakan narkoba atau baru sekarang,” jelasnya.
Petugas Polrestabes Makassar dan Polsek Tamalate juga belum bisa mengambil langkah hukum yang diduga mengonsumsi narkoba. Pihaknya masih menunggu hasil resmi dari BNK.
”Kami belum bisa mengambil langkah hukum terhadap yang bersangkutan. Kita tunggu hasil dari BNK,” kata Kapolsek Tamalate, Kompol Amrin AT.
Meski begitu, pihaknya tetap akan melakukan proses penyelidikan dan menginterogasi MR untuk mengetahui apakah dia mengonsumsi narkoba atau tidak.
”Kami masih dalami kasusnya dan menginterogasi siswa tersebut. Kita ingin memastikan apakah dia pernah mengonsumsi narkoba atau tidak. Kalaupun pernah, kami akan mencari dari mana dia mendapatkan barang itu,” terang Amrin lagi.
Perwira dengan satu melati di pundaknya ini berjanji akan terus melakukan koordinasi dengan BNK, serta pihak sekolah sebagai bagian dari tindak lanjut kasus ini.
Terpisah, Sekretaris BNK Makassar, Ahdi Abidin Malik mengatakan, dari 15 siswa yang dites urine, satu diantaranya positif. Sementara satu lainnya mengaku membuat bong sejak satu minggu lalu.
”Siswa yang urinenya positif narkoba kemudian kami bawa ke lab BNK untuk mendalami kandungan zat di dalam tubuhnya,” ujar Abidin Malik.
Dari hasil interogasi terhadap MR, ia mengaku alat isap tersebut dibuat oleh rekannya sesama siswa berinisial FM. ”MR mengaku alat isap sabu dibuat temannya FM. FM kemudian dibawa petugas kepolisian untuk menjalani proses lebih lanjut,” terang Abidin Malik lagi.
MR membantah dirinya mengonsumsi sabu. ”Saya tidak konsumsi sabu ataupun obat daftar G. Kalau minum obat, memang saya lakukan karena saya sedang sakit,” kilah siswa yang duduk di bangku kelas 1 jurusan kelistrikan ini.
Sementara FM dihadapan petugas, mengakui jika dirinya yang membuat bong. ”Betul, Pak saya yang buat. Tapi itu hanya alat isap rokok. Tidak ada narkobanya,” kelitnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top