Dukung MTR, Pedagang Pasar Kalimbu Bentuk Asosiasi – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Dukung MTR, Pedagang Pasar Kalimbu Bentuk Asosiasi

Puluhan pedagang Pasar Kalimbu saat melakukan pertemuan guna membentuk asosiasi atau wadah perkumpulan bagi seluruh pedagang di Pasar Kalimbu, Minggu (6/11).

KOLAKAPOS, Makassar–Puluhan pedagang Pasar Kalimbu, Kota Makassar membentuk asosiasi atau wadah perkumpulan bagi seluruh pedagang di Pasar Kalimbu, Minggu (6/11). Pembentukan asosiasi Pedagang Pasar Kalimbu ini dimediasi Laskar Merah Putih (LMP) Sulsel.

Salah satu perwakilan pedagang Pasar Kalimbu Makassar, Saleh, mengatakan, pembentukan asosiasi ini sebagai bentuk dukungan program pemerintah mewujudkan Makassar sebagai Smart City.
“Kami pedagang Pasar Kalimbu ingin juga terlibat dalam gerakan Makassar Tidak Rantasa (MTR). Olehnya itu, kita di asosiasi nantinya akan membuat suatu model penjualan yang baik. Seluruh pedagang di bawah asosiasi harus memperhatikan kebersihan, ketertiban dan keamanan. Selain itu, juga tidak boleh meninggalkan kesan kondisi pasar yang kotor dan kumuh,” harap Saleh diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (7/11).
Pemerhati Pasar Tradisional Makassar, Zaenal Siko, yang turut hadir pada pembentukan asosiasi ini, mengatakan, keberadaan asosiasi ini dapat menjadi kekuatan pedagang pasar dalam mempertahankan eksistensi mereka dalam perkembangan suatu daerah.
“Keberadaan pedagang di pasar tradisional memiliki peranan penting dalam suatu wilayah pemerintahan, sebab pasar tradisional menjadi barometer dalam melihat kemajuan suatu daerah. Itulah gunanya asosiasi sebagai tempat saling berbagi dan menerima ide-ide,” ujarnya.
Sementara, Ketua LMP Sulsel, Andi Nur Alim, mengatakan, penggusuran yang kerap terjadi dan dilakukan pemerintah karena penataan pedagang yang terkesan jorok dan tidak mau diatur.
“Namun, jika melihat secara bijak, hal tersebut semata-mata demi menciptakan keteraturan dan kenyamanan semua masyarakat. Jadi yang ditertibkan itu tentu dianggap sudah mengganggu kenyamanan umum. Misalkan pedagang yang terkesan jorok dan tidak mau diatur,” beber Nur Alim. (fmc)

Click to comment

The Latest

To Top