Siswi SMP Dicabuli Ayah Tiri Berulang Kali – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Siswi SMP Dicabuli Ayah Tiri Berulang Kali

KOLAKAPOS, Kalbar–Siswi SMP, sebut saja Bunga, dicabuli ayah tirinya, AM, berulang kali, sejak Januari 2016.

Bunga kini harus menanggung malu lantaran hamil. Pihak keluarga siswi yang masih duduk dibangku kelas VII itu baru melaporkan AM, Senin (31/10) ke Mapolsek Toba, Sanggau, Kalbar.

Kelakuan bejat AM terbongkar ketika pada Minggu (30/10) lalu pukul 14.00, Bunga bersama kakaknya mengunjungi rumah abangnya di Kota Pontianak.

Sang kakak sempat menyampaikan kecurigaan terkait perubahan fisik Bunga kepada abangnya. Sang kakak menduga, korban sedang mengandung.

“Untuk mengetahui benar atau tidaknya hal tersebut, abang korban pun langsung menanyakan kepada korban (Bunga). Dari situlah terbongkar. Korban mengaku dirinya sedang mengandung akibat berulang kali dicabuli bapak tiri mereka. Perlakuan tersebut bahkan telah berulang kali diterimanya sejak Januari 2016 lalu,” kata Iptu Sukirman, Kapolsek Toba, seperti diberitakan Rakyat Kalbar (Jawa Pos Group).

Lanjut Kapolsek, perbuatan bejat tersebut dilakukan tersangka AM di rumahnya di Dusun Bungkang, Desa Lumut, Kecamatan Toba.

“Si korban merasa takut, sehingga tidak memberitahukan kepada siapa-siapa. Setelah korban bicara dengan abangnya, barulah kejadian ini dilaporkan ke polisi,” jelas Sukirman.

Atas kejadian ini pula, polisi menjerat tersangka dengan pasal 82 ayat (1), (2) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 tahun 2014 perubahan atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

“Tersangka dijerat sesuai Undang-Undang yang tertera,” pungkasnya.

Kasus ini menambah deretan kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Sanggau.

Sebagaimana diketahui, tahun 2016 ini kekerasan terhadap anak meningkat dari tahun sebelumnya. Hal itu pula menjadi perhatian semua pihak.

Tokoh masyarakat Sanggau, Budi Darmawan sangat prihatin akan hal ini. Ia mengutuk keras kelakuan bejat orangtua tiri tersebut.

“Apalagi ini anak di bawah umur. Dengan begini masa depannya dihancurkan orangtuannya. Seharusnya bapak yang membina untuk masa depan cerah, kenyataan malahan berlawanan,” kesal Budi.(kia/sam/jpnn)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top