Strategi Mendulang Akseptor KB Pria – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Strategi Mendulang Akseptor KB Pria

dr. Hj. Muliati Habibullah M.Si

KOLAKAPOS, Kolaka–Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kolaka, terus mendorong tingkat partisipasi kaum pria dalam menyukseskan program keluarga berencana. Pasalnya, selama ini program tersebut masih saja identik dengan kaum perempuan.

“Masyarakat pada umumnya saat ini menganggap program KB hanya untuk wanita saja. Padahal pria juga bisa ambil bagian dengan melakukan vaksetomi (KB khusus pria, red). Nah, metode (vaksetomi, red) ini yang salah dimengerti. Banyak yang menganggap vasektomi ini sama dengan dikebiri. Kalau dikebiri itu diangkat testisnya baru dibuang, kalau ini tidak hanya ditutup saluran sperma supaya sperma yang keluar tidak mengandung spermatozoa (sel pembuahan, red). Bagusnya vaksetomi bisa dikembalikan jika pengguna menginginkan anak lagi,” jelas Kepala Badan Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan Kolaka, Muliati Habibullah.

Nah, guna menyukseskan program KB pria pihaknya membentuk Pasar Kencana (pria sadar keluarga berencana). “Kami membentuk tim efektif di kantor, jadi setiap kecamatan dibentuk kelompok Pasar Kencana, yang nantinya intens melakukan sosialisasi. Bayangkan saja di Kolaka baru empat akseptor (orang yang menerima serta mengikuti program keluarga berencana, red), sehingga dengan adanya Pasar Kencana diharapkan ada peningkatan supaya semakin banyak orang yang menjadi motivator,” paparnya.

Menurutnya, arah dari program tersebut tidak saja pada meningkatnya tingkat kepesertaan kaum pria dalam program KB, tetapi juga meningkatnya peran pria untuk membantu sosialisasi program ke masyarakat.

“Tidak ada yang berubah dalam kehidupan sehari-hari pria, khususnya kejantanan apabila sudah dilakukan vaksetomi. Yang berubah hanya tidak bisa menghamili. Perlu juga diketahui ada orang-orang yang tidak bisa dilakukan vaksetomi, seperti penderita hipertensi dan diabetes,” ujarnya.

Selain itu lanjutnya, cara memperoleh tindakan penggunaan KB sangat mudah dan gratis.

“Setiap kecamatan kita ada UPT KB, bisa juga langsung dilapor ke bidan. Apalagi sekarang ini sudah ada namanya para medis Gemari (gerakan masyarakat mandiri, red) yang adanya di desa-desa. Bisa juga langsung melapor ke BKKBN. Vaksetomi bisa dilakukan di mobil pelayan KB. Pembiayaan gratis dan dilakukan oleh dokter yang sudah terlatih,” katanya.

Lebih lanjut ia menjelaskan, sasaran utama program tersebut adalah pasangan usia subur yang sudah memiliki anak lebih dari dua, serta berusia diatas 30 tahun.

“Diharapkan fungsinya untuk mengendalikan jumlah penduduk. Berdasarkan data kami (BKKBN, red) di kabupaten Kolaka yang paling tinggi jumlah sasarannya itu ada di kecamatan Latambaga dan Kolaka. Target kami juga kedepannya, setiap kelurahan atau desa membentuk kelompok Pasar Kencana,” tutupnya. (hrn)



Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top