Penempatan Guru Belum Merata – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Penempatan Guru Belum Merata

ilustrasi

KOLAKAPOS, Andoolo–Tidak meratanya penempatan guru di Konsel khususnya daerah terpencil, menjadi perhatian khusus Pemkab Konsel. Hal itu ditegaskan Bupati Konsel Surunuddin Dangga saar rapat koordinasi seluruh sekolah yang ada di Konsel.

“Tahun 2017 harus sudah dimulai dan seluruh sekolah harus maksimal dalam mengajar. Saat ini kita minta informasi dulu dan shearing terkait pendapat dan masukan,” jelasnya, kemarin.
Untuk kompetensi guru lanjutnya, sementara ini sudah berjalan dengan baik, bahkan untuk Guru Tidak Tetap (GTT) kedepan tidak asal tunjuk, tapi mereka harus ikut tes kompetensi dulu.
“Begitu juga dengan para pengawas dan kepala sekolah, tidak asal main tunjuk saja, mereka harus ikut ujian kompetensi agar dapat bekerja dengan baik dibidangnya,” terangnya.
Ia menambahkan, untuk guru-guru PNS yang melalaikan tugasnya akan mendapatkan sanksi. Bahkan dalam rapat tersebut Surunuddin menyampaikan bagi seluruh kepala sekolah, agar bertugas dengan benar mengawasi bawahannya, jika ada yang tidak masuk mengajar agar dilaporkan. Kalau tidak dilaporkan berarti kepala sekolah tersebut dianggap ikut melalaikan tugasnya.
“Sanksi itu, saya tidak segan-segan untuk menindaki jika ada hal semacam itu terjadi. Saya inginkan mutu pendidikan kita berjalan maksimal, untuk menangkal hal tersebut SDM kita harus meningkat,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas PK Busnawir menjelaskan, kebutuhan guru di Konsel sebenarnya sudah mencukupi, dimana untuk SD rasionya antara guru dan murid satu banding 23, sementara untuk SMP satu banding 22.
“Yang menjadi masalah adalah distribusi gurunya yang tidak merata, dimana ada sekolah yang gurunya banyak kemudian di sekolah lain gurunya sedikit,” ungkapnya.
Terdapat tiga kecamatan yang gurunnya kelebihan, yakni kecamatan Ranomeeto, Konda dan Moramo. Dari data yang ada ditiga kecamatan tersebut, kelebihan guru diakibatkan banyak guru yang mengikuti suaminya ke wilayah tersebut.
“Akibatnya bertumpuk disana, sementara sekolah yang kekurangan guru ada di kecamatan Angata, Basala, Tinanggea dan Lalembuu. Itulah nanti yang akan kita distribusikan kedepan, dengan melihat guru-guru yang masih muda dan belum menikah itu akan kita pindah ke sekolah yang gurunya memang kurang,” jelasnya.
Ia menambahkan, untuk saat ini pendistribusian guru sudah sementara dilakukan karena datanya sudah ada, dan rencananya pada akhir tahun ini. (k5)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top